Penembakan

Soroti Kondisi Istri Sambo yang Masih Shock, Nurhuda Yusro: Pemulihan Korban TPKS Harus Dipenuhi

Nurhuda Yusro mengingatkan kepada semua pihak agar tetap memperhatikan adanya kerentanan berbasis gender yang dihadapi oleh perempuan korban.

Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive/Miftahul Munir
ILUSTRASI: Aparat kepolisian sedang olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pada Rabu (13/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menegaskan, titik tumpu kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, ada di Putri Chandrawati, istri Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Sebab saat kejadian, kata Taufan, ajudan Sambo, yakni Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Bripka Ricky, tidak menyaksikan insiden itu.

Namun, kondisi Putri hingga kini masih belum pulih sehingga ia belum bisa dimintai keterangan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, MF Nurhuda Yusro pun ikut menyoroti persoalan itu.

Menurut dia, kini pemberitaan penembakan terhadap Brigadir J justru mengabaikan perlindungan kerentanan korban kekerasan seksual, dalam hal ini seperti yang dialami oleh istri Irjen Ferdy Sambo.

Menurutnya, publik hanya fokus pada peristiwa tembak-menembak.

Baca juga: Bharada E Buka Suara, Mengaku Mendengar Putri Candrawathi Berteriak, tapi Tak Tahu Apa Penyebabnya

Tetapi, kata dia, perlu diingat bahwa tembak-menembak antara sesama ajudan Sambo itu ada pemicunya.

“Pemberitaan media massa atas kasus kekerasan seksual ini begitu gencar, sehingga publik seringkali lupa bahwa ada kerentanan korban kekerasan seksual, dalam hal ini adalah istri Irjen Ferdy Sambo yang seringkali terabaikan. Alih-alih memberikan pelindungan dan pemulihan terhadap korban, perhatian publik justru tersedot pada insiden penembakan,” kata Nurhuda saat dihubungi wartawan pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Oleh karena itu, Anggota Fraksi PKB ini mengingatkan kepada semua pihak agar tetap memperhatikan adanya kerentanan berbasis gender yang dihadapi oleh perempuan korban.

Hal tersebut sesuai mandat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022, tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Bharada E sebagai Pahlawan karena Telah Melindungi Putri Candrawathi

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved