Meningkat Setiap Tahun, 500 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Bekasi Telah Disita Sejak 2022

Peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi meningkat setiap tahunnya dan bahkan pada tahun 2022 saja sudah 500 ribu batang rokok ilegal yang telah disita.

ISTIMEWA
Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah menyebut peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2022 saja ada 500 ribu batang rokok ilegal yang telah disita. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan peredaran rokok ilegal wilayahnya mengalami kenaikan setiap tahunnya. Ia pun tak menampik jika Kota Bekasi saat ini menjadi sasaran peredaran rokok ilegal.

Berdasarkan informasi yang didapat jika rokok ilegal yang beredar di Kota Bekasi banyak di antaranya berada dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

"Intinya memang rokok yang berasal dari Jateng dan Jatim banyak masuk ke Kota Bekasi," kata Abi Hurairah, Rabu (3/8/2022).

Diungkapkan Abi, jika peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi saat ini tertinggi dibandingkan wilayah-wilayah lain di Jawa Barat. Bahkan berdasarkan data yang ada pada tahun 2021 ada 303.640 batang rokok yang berhasil disita petugas.

Baca juga: Tidak Berizin dan Bayar Pajak, 450 Ribu Rokok Ilegal Disita Polisi

Sementara pada tahun 2022 justru terjadi peningkatan dimana, tercatat hingga Agustus 2022 sudah ada 576.340 batang rokol ilegal yang berhasil disita oleh petugas gabungan.

"Jadi memang berdasarkan kegiatan yang kita lakukan dengan Bea Cukai terhitung dari 2021-2022, ya Kota Bekasi itu paling tinggi perolehannya, untuk rokok ilegal itu," katanya.

Menurut Abi, ada dua tipe rokok ilegal yang ditemukan di Kota Bekasi, pertama yaitu rokok tanpa cukai, kedua rokok dengan cukai namun lebel cukai tersebut palsu.

Dalam proses pengungkapan rokok ilegal ini, dikatakan Abi terbilang cukup sulit, sebab petugas harus menyamar menjadi pembeli rokok ilegal itu.

Baca juga: Satpol PP Bekasi Bersama Bea Cukai Bekasi Sedang Menyari Tahu Sumber dari 60.000 Batang Rokok Ilegal

"Kita tuh tidak bisa menentukan ini ada rokok ilegal atau ngga. Kita penyamaran dulu beli ada ngga rokok disini yang murah, "oh ada pak ini mereknya" berapa harganya ini yaa kita tandain gitu, setiap warung warung itu kita cari rokok itu," katanya.

Setelah diketahui adanya pedagang yang menjual rokok ilegal itu. Nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Bea Cukai. Setelah itu akan dilakukan pengeledahan di warung tersebut.

Terkait sanksi yang diberikan, Abi mengatakan jika pihak Bea Cukai yang akan memberikan.

"Nah kalo untuk distributor kewenangannya Bea Cukai bukan kewenangan kita. Waktu itu pernah kita temukan ada satu toko menjual banyak rokok ilegal nah itu diambil diamankan sama Bea Cukai," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved