Pendidikan

Dugaan Wajib Pakai Jilbab di Sekolah, Disdik: Saat Baca Alquran Sebaiknya Tutup Aurat Sesuai Syariat

Taga Radja Gah memastikan bahwa tidak ada kasus pemaksaan jilbab siswi saat di sekolah.

Shutterstock
Ilustrasi - Disdik DKI Jakarta tak pernah keluarkan aturan wajib pakai jilbab bagi siswi di sekolah negeri 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Terkait dugaan penggunaan jilbab di sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantah kasus tersebut.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah memastikan bahwa tidak ada kasus pemaksaan jilbab siswi saat di sekolah.

"Tidak ada, kan sudah diatur juga dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 2292 Tahun 2015 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 178 Tahun 2014," ujar Taga saat dihubungi, Rabu (8/3/2022).

Di mana aturan tersebut memuat tentang penggunaan pakaian seragam di sekolah negeri, bahwa tidak ada kewajiban mengenakan jilbab bagi para murid.

Lebih lanjut Taga mengatakan, hanya saja apabila saat pelajaran baca Alquran atau materi lainnya seperti Salat, diimbau untuk menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.

Baca juga: Disdik DKI Jakarta Bantah Wajibkan Siswi Pakai Jilbab di Sekolah Negeri

Hanya saja, hal tersebut tidak menjadi kewajiban. Kembali lagi pada keyakinan masing-masing murid di sekolah.

Saat ditanya perihal pemaksaan, Taga mengaku pihaknya sudah mengecek secara langsung ke sekolah yang bersangkutan bahwa tidak ada pemaksaan.

"Kami juga sudah mengimbau kepada sekolah-sekolah di DKI Jakarta, agar kasus pemaksaan penggunaan jilbab tidak muncul kembali. Karena memang kami tidak mewajibkan hal tersebut," ujar Taga.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, dugaan pemaksaan untuk mengenakan jilbab bagi siswi sekolah negeri terjadi di Jakarta.

Temuan dugaan pemaksaan pemakaian jilbab terhadap siswi dilaporkan Anggota DPRD Ima Mahdiah.Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu menemukan dua sekolah yang diduga melakukan pemaksaan pemakaian jilbab pada seragam sekolah dan memposting temuan tersebut di akun instagramnya @ima.mahdiah pada Kamis (28/7/2022).
Temuan dugaan pemaksaan pemakaian jilbab terhadap siswi dilaporkan Anggota DPRD Ima Mahdiah.Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu menemukan dua sekolah yang diduga melakukan pemaksaan pemakaian jilbab pada seragam sekolah dan memposting temuan tersebut di akun instagramnya @ima.mahdiah pada Kamis (28/7/2022). (Istimewa)

Temuan dugaan itu disampaikan oleh anggota DPRD, Ima Mahdiah dalam akun Instagram @ima.mahdiah pada Kamis (28/7/2022).

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu menemukan dua sekolah di Jakarta Barat, diduga melakukan pemaksaan pemakaian jilbab pada seragam sekolah.

Ima mengatakan bahwa ia bertemu siswi SD yang dipaksa membeli seragam baru oleh sekolah, lantaran ada kewajiban memakai jilbab.

Baca juga: KH Quraish Shihab Bicara Soal Jilbab: Orang Bodoh Lebih Senang Meyeragamkan

Dalam caption postingan tersebut, Ima mengatakan bahwa siswi SD tersebut bukan dari kalangan mampu.

"Bertemu anak SD yang tidak mampu beli seragam sekolah, saya tanya kenapa SD negeri pakaiannya panjang-panjang, saya pikir hanya Hari Jumat saja. Ternyata ibunya bilang diwajibkan pakai baju panjang di sekolah," tulis Ima dalam caption postingan Instagram tersebut.

Selain siswi SD, ternyata ia juga menemukan siswi SMP negeri di Jakarta yang juga diwajibkan memakai jilbab oleh sekolah.

Di akhir tulisan caption, Ima mengingatkan bahwa PR dunia pendidikan saat ini adalah menjaga kebhinekaan. (m36)  

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved