Berita Video

VIDEO Raja, Usia 15 Tahun Asal Riau Jadi Mahasiswa Filsafat UGM

Sosok remaja 15 tahun bernama Raja Muhammad Hayuri Islami. mencuri perhatian saat berhasil menjadi mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sosok remaja 15 tahun mencuri perhatian saat berhasil menjadi mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Remaja berusia 15 tahun yang duduk di bangku kuliah itu bernama Raja Muhammad Hayuri Islami.
Dikutip dari ugm.ac.id Raja Muhammad Hayuri Islami, tak menyangka jika ia akan dipanggil ke depan panggung bersama Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Raja Muhammad Hayuri Islami dipanggil ke depan panggung dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di lapangan Grha Sabha Pramana, Senin (1/8/2022).
Remaja asal Pekanbaru, Provinsi Riau ini dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM pada tahun ini.
Ia berhasil masuk menjadi mahasiswa UGM pada usia 15 tahun 11 bulan 11 hari.

Baca juga: Baru 15 Tahun, Remaja Asal Riau Ini Jadi Mahasiswa Filsafat UGM

“Saya bangga dan senang bisa masuk UGM,” kata anak pertama dari dua bersaudara ini.
Raja Muhammad Hayuri Islami menyebutkan bahwa usia muda kuliah di UGM menurutnya karena ia didaftarkan masuk bangku sekolah dasar pada usia 5 tahun.
Meski terbilang paling muda sendiri, namun ia mengaku teman-temannya sebayanya banyak tidak tahu bahwa ia paling muda di kelasnya.
Apalagi fisiknya hampir sama dengan teman sekelasnya.

Baca juga: Mahasiswa UGM Harumkan Nama Indonesia di Moot Court Nuremberg 2022

“Sejak SD tidak terlalu terganggu, tidak ada yang peduli dengan usia saya yang muda tidak ada yang terlalu memperhatikan,” katanya.
Meski terbilang usia muda, namun Raja Muhammad Hayuri Islami  selalu berprestasi.
Ia menyampaikan bahwa selama di bangku sekolah dasar ia selalu berada di rangking tiga besar.
“Dari SD saya selalu berada di tiga besar,” katanya.

Baca juga: Anies Gandeng UGM untuk Merevitalisasi Ruang Terbuka Hijau Kawasan Kemayoran

Hanya saja di bangku Sekolah Menengah Pertama, Raja Muhammad Hayuri Islami sempat tidak masuk rangking.
“Di SMP mungkin lagi masa pubertas, biasa saja tidak rangking,” katanya.
Lalu di bangku menengah atas, ia ikut mendaftar program akselerasi pada semester dua dan ia diterima program akselerasi di kelas IPS.
Di kelas IPS hanya ada tujuh orang anak yang lolos program akselerasi.

Baca juga: Dosen Fisipol UGM Ungkap Faktor-faktor yang Membuat Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir Melesat

Lewat kelas akselerasi ini pula pria yang karib disapa Raja itu bisa menyelesaikan bangku MAN Negeri 2 Pekanbaru dalam waktu dua tahun.
“Karena program akselerasi, kita diharuskan untuk belajar dan memahami lebih cepat dari siswa yang lain. Saya di program itu tidak ikut ekstrakurikuler atau organisasi,” katanya.
Selama di program akselerasi, ia tidak memikirkan soal rangking, namun untuk pelajaran seperti sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi ia mendapat nilai akademik yang cukup baik.

Baca juga: Postingan Dosen UGM Bikin Guntur Romli Takut hingga Lapor Polisi, Chang Tawarkan Latih Jurus Kungfu

“Untuk mata pelajaran paling tinggi nilai sosiologi,” ujarnya.
Soal ketertarikannya dengan filsafat, Raja mengaku bahwa ia sudah tertarik dengan filsafat saat berada di kelas sepuluh SMA lewat buku dan internet.
“Saya mengenal filsafat itu ketika saya di kelas sepuluh. Saya sejak kecil sering menggunakan logika filsafat berarti selama ini saya menerapkan nilai-nilai filsafat,” kata Raja.
Meski masih berusia 15 tahun, Raja juga sudah merencanakan meneruskan kuliah S2 di jurusan yang sama.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved