Bencana Alam

Kabupaten Bogor Rawan Bencana, DPRD Desak Pembuatan Peta Mitigasi Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.283 kejadian bencana selama tahun 2021 di kabupaten Bogor

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Hironimus Rama
Tanah longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (22/5/2022) lalu. Kabupaten Bogor termasuk kawasan yang rawan bencana alam, baik berupa banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.283 kejadian bencana selama tahun 2021 di Kabupaten Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Kabupaten Bogor termasuk kawasan yang rawan bencana alam, baik berupa banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.283 kejadian bencana selama tahun 2021 di Kabupaten Bogor.

"Ada 1.283 bencana yang terjadi. Itu tersebar di 320 desa dan kelurahan yang ada di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan, Selasa (2/8/2022).

Dari total 1.283 bencana, kata Yani, tanah longsor menjadi kategori bencana alam yang paling banyak terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang tahun lalu.

"Tanah longsor terbanyak yaitu sebanyak 513 kejadian, disusul angin kencang sebanyak 449 bencana, dan 112 bencana banjir," paparnya.

Yani menyebutkan bahwa sedikitnya ada 74.084 warga yang menjadi korban bencana dalam setahun di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Sekretaris Disdagin Kabupaten Bogor Tersangka Korupsi Dana Bencana Alam, Ini Tanggapan Iwan Setiawan

"Dari 74.084 warga yang menjadi korban, 28 warga meninggal dunia, 1 luka berat, 3 luka sedang, 15 luka ringan, 559 warga mengungsi," ungkapnya Yani.

Terkait hal itu,  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Daen Nuhdiana mendorong pemerintah Kabupaten Bogor membuat peta mitigasi bencana.

Menurut dia, peta tersebut sangat penting karena Kabupaten Bogor masuk dalam kategori wilayah rawan bencana.

"Segera membuat peta mitigasi bencana Se-Kabupaten Bogor secara detail, karena Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri belum punya," ujarnya.

Baca juga: Universitas Indonesia Tawarkan Konsep Unik Mengatasi Bencana pada Dunia Luar di Bali

Ketika Kabupaten Bogor sudah memiliki peta mitigasi bencana secara detail, lanjut dia, pemerintah bisa membuat kampung tangguh bencana di beberapa desa secara efektif berdasarkan peta.

"Jadi kita bisa mengklasifikasi bencananya apa, titiknya di mana. walaupun sekarang sudah ada tapi masih parsial, belum se-Kabupaten Bogor," terang Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor ini.

Daen meyakini bahwa Pemkab Bogor tak terkendala dalam hal penganggaran untuk menyusun peta mitigasi bencana secara utuh di 432 desa/kelurahan dari 40 kecamatan.

"Kalau bicara penganggaran, anggaran kita selalu siap. Kalau bicara anggaran tidak siap, berarti kan tidak ada Silpa. Silpa tiap tahun masih ada, berarti kan harus menganggarkan yang prioritas," tutur Daen.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved