Dinas Bina Marga DKI Jakarta Bangun Jalan Tembus di Lebak Bulus untuk Atasi Kemacetan

Dinas Bina Marga DKI Jakarta membuat jalan tembus dari Jalan Lebak Bulus I menuju ke Jalan Lebak Bulus III sebagai bagian penataan di Fatmawati.

Wartakotalive/Yulianto
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho membuat jalan tembus dari Jalan Lebak Bulus I menuju Jalan Lebak Bulus III sebagai bagian penataan di Fatmawati. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengatakan bahwa jalan tembus di Lebak Bulus merupakan rangkaian dari penataan di Fatmawati.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembuatan jalan tembus di kawasan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Jalan tembus tersebut berlokasi tepat di Jalan Lebak Bulus I menuju Jalan Lebak Bulus III.

"Jadi pembuatan jalan tembus tersebut untuk penataan dan penyediaan akses jalan baru. Karena sering terjadi kemacetan," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho.

Baca juga: Dinas Bina Marga DKI Sebut Progres Mitigasi Utilitas Eksisting ke SJUT di Jaksel Capai 26,39 Persen

Saat dihubungi, Selasa (2/8/2022), Hari mengatakan bahwa akses Lebak Bulus 1, 2, dan 3 merupakan jalan yang sangat vital.

Sehingga menyebabkan terjadinya starnasi di kawasan tersebut. Hal itu yang menjadi alasan Bina Marga DKI Jakarta mengerjakan jalan tembus.

Lebih lanjut Hari menginformasikan, pembangunan jalan tembus tersebut seluas 11.987 meter persegi.

"Progress kami sudah 500 meter, tinggal 500 meter ke belakangnya nanti tembus sampai Poltekkes," ujar Hari.

Baca juga: Pejabat Dinas Bina Marga DKI dan Kontraktor Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi

Merujuk pada Peraturan Menteri ATR/KBPN Nomor 19 Tahun 2021, Hari mengatakan bahwa dalam pengerjaan jalan tembus tersebut, Pemprov DKI harus mengadakan pengadaan tanah.

Peraturan tersebut merujuk pada Ketentuan Pelaksanaan PP 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Hari memperkirakan, jangka waktu pelaksanaan pengadaan tanah dapat selesai kurang lebih 502 hari kerja atau tiga tahun. Hal itu sesusai waktu maksimal ketentuan penetapan lokasi.

"Tapi kalau untuk jangka waktu pelaksanaan pembangunan bisa selesai tahun 2023," ujar Hari.

Baca juga: Bina Marga DKI Jakarta Jelaskan Alasan Keterlambatan Revitalisasi Kota Tua Jakarta

"Kalau kami targetnya tahun ini selesai. Berkaca pada Peraturan Menteri ATR/KBPN Nomor 19 tadi, untuk pembebasan lahan butuh waktu dari setahun. Maka dari itu, kami akan persingkat," ujar Hari.

Hari mengatakan, tujuan komperhensif pembuatan jalan tembus tersebut adalah untuk menyediakan akses dan ruang jalan, khususnya bagi pejalan kaki sesuai dengan tujuan dari TOD.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tujuan berikutnya adalah untuk mendukung kegiatan terkait dengan fasilitas kesehatan hingga perekonomian di kawasan TOD Fatmawati.

"Lalu, juga untuk menambah luas jalan sebagai akses penghubung antara suatu wilayah dengan wilayah lain sesuai dengan persyaratan dan kriteria desain perencanaan," ujar Hari. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved