Jumat, 1 Mei 2026

Persija Jakarta

Dilepas Persija Jakarta, Thomas Doll Doakan Rafli Mursalim Bisa Main Lebih Banyak di Gresik United

Di sela-sela perjuangannya di Liga 1 2022/2023, manajemen Persija tidak memermanjang kontrak penyerang Rafli Mursalim.

Tayang:
Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
persija.id
Manajemen Persija Jakarta dan Rafli Mursalim sepakat tidak melanjutkan kerja sama. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persija sedang berjuang bersaing di kompetisi Liga 1 2022/2023 dan saat ini mereka ada di posisi keenam klasemen sementara dengan torehan tiga poin dari dua kali main.

Di sela-sela perjuangannya di Liga 1 2022/2023, manajemen Persija tidak memermanjang kontrak penyerang Rafli Mursalim.

Setelah tidak lagi membela Rafli bergabung ke Gresik United untuk tampil di Liga 2 2022/2023.

Sebelum dilepas, pemain berumur 23 tahun itu memerkuat Persija sejak Liga 1 2020.

Selama membela Macan Kemayoran, Rafli telah mengantongi waktu bermain sebanyak 205 menit.

Baca juga: VIDEO Dipinjamkan Persija, Rafli Mursalim Bertekad Bawa Dewa United FC ke Liga 1 Indonesia

Baca juga: Rafli Mursalim Striker Dewa United FC Bilang Liga 2 Musim 2021 Lebih Bergengsi

Baca juga: Dipinjamkan dari Persija, Rafli Mursalim Optimistis Dewa United FC Bisa Lolos ke Liga 1 Musim Depan

Di Liga 1 musim lalu, Rafli bermain sebanyak empat kali dengan catatan 91 menit.

Pada tahun ini, Rafli sudah dua kali memerkuat Persija di Piala Presiden 2022.

Dia memperkuat tim saat bermain kontra Barito Putera dan RANS Nusantara FC.

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengharapkan Rafli akan mempunyai waktu bermain yang banyak di Gresik United.

"Saya yakin semua pemain muda di sini mempunyai potensi yang bagus. Saya harap dia mempunyai waktu bermain yang banyak agar bisa terus berkembang," kata Thomas Doll dikutip dari persija.id.

Rencananya, Rafli ikut bergabung dengan latihan tim asuhan Khusairi tersebut mulai pekan ini.

BERITA VIDEO: KOMNAS HAM Temukan Foto Perjalanan di Magelang Usai Periksa Ajudan Ferdy Sambo

Diharapkan, Rafli dapat membantu Gresik United dalam perjuangannya promosi ke Liga 1 musim depan.

Setelah perginya Rafli, Persija memiliki delapan pemain depan, yaitu Osvaldo Ardiles Haay, Ricky Cawor, Taufik Hidayat, Riko Simanjuntak, Ginanjar Wahyu Ramadhan, Dony Tri Pamungkas, serta dua penyerang asing yaitu Michael Krmencik, dan Abdulla Yusuf Helal.

Perlu Beradaptasi

Di sisi lain, Persija Jakarta baru saja menang 2-1 atas Persis Solo pada laga pekan kedua Liga 1 2022/2023, Minggu (31/7/2022).

Kemenangan itu membuat skuad Macan Kemayoran duduk di posisi keenam klasemen sementara Liga 1 2022/2023 dengan torehan tiga poin dari dua kali main.

Sedangkan, Persis ada di dasar klasemen sementara atau di posisi ke-18 tanpa raihan poin dari dua kali penampilan.

Dalam pertandingan Persija versus Persis yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, itu penyerang asing tim Oranye, Abdulla Yusuf Helal, mendapatkan kesempatan debut.

Dia diturunkan dari bangku cadangan pada menit ke-65 setelah menggantikan Hanif Sjahbandi.

Tidak lama dimainkan, Yusuf langsung memberikan beberapa ancaman ke lini pertahanan Persis, baik dari pergerakan individu mapun skema kerja sama tim.

Meski memberikan kesan positif, Thomas Doll menilai Yusuf belum maksimal.

Pemain asal Bahrain itu dinilai masih memerlukan waktu untuk beradaptasi.

"Yusuf adalah pemain yang fantastis. Pemain berpostur sangat tinggi, namun sangat baik bermain bola bawah," kata Thomas Doll.

"Seharusnya, Yusuf hanya bermain 15–20 menit saja. Tetapi, saya turunkan lebih cepat untuk membantu rekan setimnya di lapangan," ujar Thomas Doll.

"Yusuf masih membutuhkan sesi latihan lagi, karena dia masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Kita akan lihat performa terbaik dia secepatnya,” jelas Thomas Doll.

Selain itu, juru taktik asal Jerman tersebut mengomentari performa timnya secara umum.

Meski memenangi laga, namun Thomas Doll menilai timnya seperti berhenti bermain sepak bola di 45 menit kedua.

Thomas Doll berpendapat kesalahan ini bukan lah masalah yang disebabkan oleh formasi, melainkan kemampuan pemain dalam menjalankan sistem permainan.

"Masalah hari ini, karena kami mempunyai banyak kesempatan namun tidak bisa mencetak gol dan kami pun banyak kehilangan bola di lini tengah. Saya tekankan bahwa semua sistem mempunyai masalahnya sendiri kalau para pemain terlalu mudah untuk kehilangan bola,” tutur Thomas Doll.

“Kami tidak bisa mengandalkan keberuntungan saja dalam bermain. Saya merasa di babak kedua kami bermain buruk. Semua sistem sepakbola akan terlihat buruk jika pemainnya tidak bisa memainkan sistem itu. Hal ini tidak ada hubungannya dengan kesalahan formasi. Untuk kedepannya tim ini harus bermain lebih baik dengan sistem permainan saya,” papar Thomas Doll.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved