Pandemi Covid19

Uji Klinis Penggunaan Obat Kumur Povidone-Iodine Menunjukkan Tingkat Penurunan Gejala Covid-19

Uji Klinis Penggunaan Povidone-Iodine Kumur dan Iota-Carrageenan Nasal Spray di RSDC Wisma Atlet Menunjukkan Tingkat Penurunan Gejala Covid-19

Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Suasana ruangan Tower 4 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kasus Covid-19 sudah jauh menurun, namun kejadian Covid-19 masih diwaspadai. Apalagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Bahkan, Pemerintah kembali akan melakukan program booster vaksinasi Covid-19 kedua. Saat ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes). 

Pada Juli lalu pun dilakukan uji klinis penggunaan Povidone dan Iota-Carrageenan pada pasien Covid-19 di Wisma Atlet.

Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D. belum lama ini mengatakan, uji klinis tersebut menunjukkan bahwa kelompok pasien yang mendapat pengobatan standar dari pemerintah disertai dengan Povidone-Iodine (PVP-I) dan Iota-Carrageenan (IO) mengalami pengurangan gejala subyektif klinis seperti demam, sakit tenggorok, batuk kering, dan gangguan pengecapan sejak hari kedua penggunaan obat-obatan tersebut dibandingkan kelompok pasien yang hanya mendapatkan obat standar dari pemerintah.

Uji Klinis Povidone-Iodine dan Iota-Carrageenan pada Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet merupakan riset independen yang dilakukan oleh tim investigator lintas institusi edukasi dan kesehatan yaitu:
1. Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp,PM, PhD - Universitas Trisakti.
2. drg. Iwan Dewanto, MM., Ph.D - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
3. dr. Ahmad Hidayat, Grad. Dipl. Safety Sc, M.Sc - Lembaga Riset IDI.
4. drg. Indrayadi Gunardi, Sp.PM - Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti
5. dr. Putro Setyobudyo: Dokter Umum RSDC Wisma Atlet

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 1 Agustus 2022: Dosis I: 202.485.668, II: 170.084.402, III: 56.124.804

Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D., Guru Besar Ilmu Penyakit Mulut, Universitas Trisakti, mengungkapkan, hingga kini SARS-CoV-2 masih merajalela dan bahkan muncul varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang menyebabkan kenaikan kasus hampir mencapai 30.000 .

Menurut data, sebesar 41 persen virus ini ditemukan melalui jalur udara , mampu bereplikasi dalam saliva sebanyak 3,3 juta per mili liter dan mulut beserta nasofaring menjadi jalur utama sumber transmisi virus.

Uji klinis ini dilakukan dengan harapan dapat membuktikan manfaat PVP-I dan IO dalam mengurangi gejala klinis subyektif yang berhubungan dengan infeksi SARS-CoV-2.

Pemilihan PVP-I didasari bukti-bukti  antara lain:
1. Memiliki spektrum luas untuk melawan patogen oral termasuk bakteri, jamur, dan virus.
2. Terdapat banyak penelitian terkait manfaat PVP-I pada virus2 lain seperti MERS, SARS-Cov, hingga Flu Burung. , ,
3. Dapat menurunkan keparahan dan mempercepat penyembuhan pada kasus-kasus infeksi saluran respiratori atas seperti flu dan tonsilofaringitis.
4. Mampu membunuh 99,99 persen virus SARS CoV-2 dalam 30 detik (Berdasarkan studi in vitro oleh Duke-National University Singapore).
5. Penggunaan PVP-I dalam mulut dan hidung dengan konsentrat tertentu dinyatakan aman hingga pemakaian 5 bulan.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSDC Wisma Atlet Cuma 184 Orang, Masyarakat Pilih Isoman

Sedangkan Iota-Carrageenan memiliki kemampuan untuk membungkus virus di saluran hidung sehingga mencegahnya untuk menuju mukosa mulut dan tidak berpenetrasi.

Tidak berpenetrasi berarti tidak dapat bereplikasi dan tidak akan mampu menginfeksi.

Dari berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa dapat menurunkan gejala flu dengan mempercepat menjadi hanya 2 hari.

Uji klinis ini menggunakan metode Single Blind Randomized dengan persetujuan dari semua subyek.

Pasien yang direkrut adalah yang dirawat di RSDC periode September – Oktober 2020 sebanyak 89 pasien memenuhi kriteria studi dengan usia lebih dari 18 tahun dan durasi perawatan tidak lebih dari 3 minggu.

Baca juga: Kemenkes akan Adakan Vaksin Covid Dosis 4, Jakarta Masih Fokus Booster yang Baru 50 Persen

Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D., Guru Besar Ilmu Penyakit Mulut, Universitas Trisakti, menambahkan, anosmia, batuk kering, batuk berdahak, demam dan sakit kepala adalah 5 gejala yang paling sering dikeluhkan baik oleh pasien.

"Sebagai kesimpulan, penggunaan PVP-I kumur 6x sehari dan Iota-Carrageenan dalam bentuk semprot hidung 3x sehari terbukti mampu mengurangi gejala klinis subyektif yang termasuk dalam kategori ringan. Uji klinis ini akan lebih baik jika dapat dilakukan dengan jumlah pasien yang lebih banyak dan dapat memantau viral load setiap harinya untuk mendapatkan angka spesifik yang lebih spesifik. Riset ini juga telah dipublikasikan di Tekiyo Medical Journal Vol 44, issue 05, Oktober 2021 dan kami harapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya untuk mengungkapkan keefektifan PVP-I dan Iota-Carrageenan mencegah sekaligus mengobati gejala SARS-CoV-2," tutur Prof. drg. Rahmi Amtha.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved