Berita Kriminal

Istri Irjen Ferdy Sambo Dinilai Rentan Dibully di Kasus Brigadir J, Rocky Gerung Ungkap Femme Fatale

Akademisi dan Intelektual Publik, Rocky Gerung singgung kondisi istri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Editor: Panji Baskhara
YouTube
Akademisi dan Intelektual Publik, Rocky Gerung singgung kondisi istri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Foto: Rocky Gerung 

WARTAKOTALIVE.COM - Hingga saat ini, langkah kepolisian dalam memproses kasus baku tembak polisi Vs polisi di rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo dinilai berjalan profesional dan transparan.

Transparan dan keprofesionalan polisi dalam proses pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ini, diakui Akademisi dan Intelektual Publik, Rocky Gerung.

"Saya kira kepolisian masih dalam tahap profesionalisme, yakni mengakui bahwa ada dua korban dalam kasus ini," ujar Rocky Gerung saat dihubungi wartawan, pada Senin (1/8/2022).

Rocky Gerung menjelaskan, korban pertama tentu Brigadir J.

Baca juga: Timsus Dalami Sudut dan Jarak Tembakan yang Menewaskan Brigadir J di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Baca juga: Pengacara Brigadir J Ternyata Pendiri dan Ketum Parpol, Siap Daftar KPU untuk Pemilu 2024?

Baca juga: Enggan Beberkan Hasil Uji Balistik Kasus Brigadir J, Irjen Dedy Prasetyo: Rekan-rekan Bersabar

Dia, kata Rocky Gerung jadi korban dan karena itu tubuhnya akan punya hak untuk mengucapkan jejak kriminalitas melalui bahasa yang disebut sebagai autopsi.

Forensik, lanjut Rocky Gerung, ialah bahasa dari korban untuk mengucapkan apa yang telah terjadi pada tubuhnya, dengan keahlian forensik, korban berbicara kepada para ahli.

"Jadi ini yang kita harus hormati, hak korban meski menjadi jenazah, dia bisa tetap mengucapkan pengetahuan dia tentang apa yang terjadi pada tubuhnya melalui ilmu forensik," jelas Rocky Gerung.

Salah satu Founder Setara Institute ini menerangkan, kini semua pihak secara profesional telah tiba pada satu titik kesepakatan.

Menurutnya, scientific research akan menjadi cara yang digunakan untuk mengungkap peristiwa kematian Brigadir J tersebut.

Kemudian, tambah dia, mengenai soal korban kedua, yakni istri Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Rocky Gerung, perlindungan terhadap korban kedua harus dihargai sebagai hak privasi yang memerlukan proteksi hukum.

Bahkan hal itu berlaku di dalam prinsip human rights, terutama yang disebut hak asasi perempuan.

Dikatakannya, korban perlu diproteksi dikarenakan perempuan rentan untuk dibully, dimanfaatkan tubuhnya melalui prinsip yang disebut femme fatale.

Dimana suatu doktrin dalam peradaban yang menganggap tiap kejahatan di belakangnya selalu ada perempuan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved