Berita Regional

Tidak Mau Pakai Jilbab, Siswi di Bantul Hingga Jatuh Pingsan Dipersekusi Guru Sendiri

Seorang siswi di Bantul, Yogyakarta hingga jatuh pingsan usai di persekusi tiga gurunya lantaran tidak memakai kerudung.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tribun
Ilustrasi Siswi di Bantul jatuh pingsan usai dipersekusi oleh guru karena tidak memakai jilbab 

Akibat insiden itu Mawar pulang dengan orang tuanya dan tidak mengikuti pelajaran hingga 25 Juli 2022.

Namun, saat masuk sekolah dan mengikuti upacara, Mawar pingsan.

Peristiwa inipun tidak dilaporkan Mawar ke orang tua. Hingga akhirnya Mawar takut untuk ke sekolah dan mengalami depresi.

Kemudian sejak itu, siswi ini mengurung diri di dalam kamarnya dan bahkan tidak mau makan. Namun kata Yuliani, saat guru BP yang diduga mempersekusi Mawar dimediasi, mereka tidak mau bertanggung jawab.

"Seolah-olah dia mengambinghitamkan bahwa ini ada persoalan di keluarga," ungkapnya.

Padahal, selama mengenyam pendidikan bertahun-tahun, penuturan keluarga baru kali ini Mawar mengalami depresi di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Ada Pertanyaan Soal Jilbab di Tes Wawasan Kebangsaaan, Pegawai KPK yang Tak Lulus: Keterlaluan

Direktur Riset SETARA Institute Halili Hasan mengatakan pihaknya mengutuk keras setiap upaya untuk melakukan penyeragaman, termasuk  dalam bentuk pemaksaan pemakaian jilbab di sekolah. 

Lebih miris lagi, peristiwa pemaksaan memakai jilbab itu terjadi di sekolah negeri yang anggarannya diberikan oleh negara.

“Sekolah negeri merupakan lembaga pendidikan formal yang dimiliki oleh negara dan dioperasikan menggunakan anggaran negara secara langsung maupun tidak, baik melalui APBN maupun APBD yang dihimpun dari seluruh warga negara yang beragam,” katanya kepada Tribunjogja.com , Sabtu (30/7/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved