Berita Regional

Tidak Mau Pakai Jilbab, Siswi di Bantul Hingga Jatuh Pingsan Dipersekusi Guru Sendiri

Seorang siswi di Bantul, Yogyakarta hingga jatuh pingsan usai di persekusi tiga gurunya lantaran tidak memakai kerudung.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tribun
Ilustrasi Siswi di Bantul jatuh pingsan usai dipersekusi oleh guru karena tidak memakai jilbab 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang siswi di Bantul, Yogyakarta hingga jatuh pingsan usai di persekusi tiga gurunya lantaran tidak memakai kerudung.

Peristiwa persekusi di lingkungan pendidikan di Bantul, Yogyakarta itu terjadi di SMA Negeri I Banguntapan.

Dikutip dari Tribunnews.com, peristiwa persekusi oleh guru terhadap siswi yang tidak memakai jilbab itu terjadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Siswi nama samara Mawar (16) awalnya mengikuti MPLS. Di hari MPLS pada 18 Juli 2022 lalu, Mawar tidak memakai kerudung.

Di hari pertama, semuanya berjalan baik-baik saja. Namun, keesokan harinya 19 Juli 2022, Mawar dipanggil ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK).

Bukan karena bermasalah, Mawar justru dipanggil ruang BK lantaran tidak memakai kerudung.

Di ruang BK, Mawar diintrograsi oleh tiga guru sekaligus. Ia ditanya kenapa tidak memakai jilbab. Lalu Mawar menjawab belum mau memakai jilbab.

Baca juga: Pemuda di Bantul Ulangi Perbuatannya Jual Perabotan demi Senangkan Pacar, Sang Ibu Lapor Polisi Lagi

"Menurut WA di saya ini, anak itu dipanggil dan diinterogasi tiga guru BP, bunyinya itu kenapa nggak pakai hijab?” kata Pendamping siswi tersebut sekaligus Ketua Sarang Lidi Yuliani.

Yuliani mengatakan bahwa sekolah mewajibkan siswanya membeli jilbab yang dikeluarkan oleh sekolah.

Ayah siswi Mawar juga sebenarnya sudah membeli jilbab tersebut. Namun, Mawar mengaku belum mau memakai jilbab.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved