ACT

Pernah Hilangkan Barang Bukti Jadi Alasan Polisi Tahan Empat Tersangka Kasus Penggelapan Donasi ACT

Dia bilang, tersangka harus ditahan karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti kembali.

Editor: Yaspen Martinus
Facebook Ahyudin
Tersangka kasus dugaan penggelapan donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata sempat menghilangkan barang bukti. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan penggelapan donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata sempat menghilangkan barang bukti.

Hal tersebut terungkap saat polisi melakukan penggeledahan.

"Karena terbukti minggu lalu kami melaksanakan geledah di kantornya ACT."

"Ada beberapa dokumen yang sudah dipindahkan dari kantor tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Whisnu menuturkan, hal itu menjadi alasan penyidik menahan keempat tersangka.

Dia bilang, tersangka harus ditahan karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti kembali.

Baca juga: Brigadir Yosua Tak Pernah Cerita Diancam Dibunuh, Ayah: Takut Orang Tua Kepikiran

"Sehingga kekhawatiran penyidik para tersangka tersebut akan menghilangkan barang bukti."

"Dan hari ini, malam ini sesuai dengan keputusan gelar perkara malam ini, akan dilakukan penahanan terhadap empat tersangka dalam perkara tersebut," paparnya.

Keempat tersangka bakal ditahan dalam 20 hari ke depan, di Rutan Bareskrim Polri.

"Penahanan di Bareskrim sini dalam 20 hari ke depan," terangnya.

Terancam 20 Tahun Penjara

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, keempat tersangka diduga melanggar pasal tindak pidana penggelapan, ITE, hingga pencucian uang.

"Persangkaan pasal tindak pidana penggelapan dan atau penggelapan dalam jabatan dan atau tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dan atau tindak pidana yayasan dan atau tindak pidana pencucian uang," terang Ramadhan.

Hal itu termaktub dalam pasal 372 KUHP dan atau pasal 374 KUHP dan atau pasal 45A ayat (1) jo pasal 28 Ayat (1) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 25 Juli 2022: 14 Pasien Meninggal, 4.048 Positif, 4.023 Orang Sembuh

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved