Narkoba

Polres Metro Jakarta Barat Segel Rumah Kontrakan Bandar Narkoba Sabu di Kampung Ambon

Polres Metro Jakarta Barat segel rumah milik babdar Narkoba di Kampung Ambon, karena kerap jadi tempat nongkrong.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat memberi garis polisi salah satu rumah bandar narkoba jenis sabu di Kampung Ambon, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/7/2022) sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat memberi garis polisi salah satu rumah bandar narkoba jenis sabu di Kampung Ambon, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (28/7/2022) sore.

Aparat kepolisian menyegel rumah itu karena ada dua orang yang sedang transaksi sabu seberat 80 gram pada Rabu (27/7/2022) kemarin.

"Kebetulan rumah ini kami geledah ditemukan barang bukti kurang lebih hampir 80 gram narkotika jenis sabu," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal.

Menurut Akmal, ketika ditangkap ada uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp 33 juta, lima HP dan dua timbangan digital.

Saat ini, dua orang berinisial EK dan AK masih diperiksa secara intensif oleh anggotanya paska ditangkap.

"Ini sepertinya mereka mengontrak di sini, jadi para tersangka yang kami amankan, mereka bukan berdomisili di sini," tuturnya.

Alumni Akpol 2004 ini mengaku, rumah tersebut digunakan untuk base camp para pengguna narkoba di Kampung Ambon.

Baca juga: Jaksa Agung: Mayoritas Pelaku Tindak Pidana Narkotika yang Dipenjara Pengguna, Harus Direhabilitasi

Bahkan, EK sering membungkus barang bukti menjadi paketan sabu kecil untuk dijual ke para tamu yang datang.

"Betul, jadi mereka pengedar jadi bagian dari rangkaian yang kami ungkap, pengakuan tersangka yang diamankan mereka sudah kurang lebih satu setengah bulan di sini," ucapnya.

Mantan Kasubdit Narkoba Polda Metro Jaya ini mengaku, para pembelinya rata-rata bukan warga sekitar.

Baca juga: Dua Pengedar Narkoba Jenis Sabu dari Medan ke Jakarta Ditangkap di Bandara Soekarno Hatta 

Sebab warga sekitar tak ada yang mengenal secara pasti pengontrak rumah di sana lantaran tertutup.

"Pengakuan, kalau dari transaksinya adalah masyarakat luar tidak ada yang dari sini, mereka (pembeli) datang ke sini jadi mereka mendistribusikan keluar," kata Akmal.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved