Polisi Tembak Polisi

Napoleon kepada Pembunuh Brigadir Yosua: Ngaku Kau, Enggak Usah Sembunyi! Tak Susah Hidup di Penjara

Dia pun berharap Polri mampu mengungkap fakta sejelas-jelasnya dalam peristiwa tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan M Kece, meminta pembunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, segera mengakui perbuatannya.

Dia pun berharap Polri mampu mengungkap fakta sejelas-jelasnya dalam peristiwa tersebut.

“Kita berharap semua, saya berharap juga kepada teman-teman saya yang masih ada di Polri, mungkin adik-adik saya untuk, sudahlah, buka apa adanya."

Baca juga: Ikut Awasi Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yosua, Kompolnas Yakin Hasilnya Bakal Valid

"Terlalu mahal harganya,” kata Napoleon Bonaparte usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Jenderal bintang dua itu juga menyinggung soal slogan Presisi Polri. Slogan itu, sambung dia, harus dibuktikan demi menjaga muruah kepolisian.

“Dari dulu kita canangkan untuk Presisi, untuk promoter menjaga muruah Polri. Buktikan sekarang, daripada kita dicibir oleh semuanya seperti hari ini,” tuturnya.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pengedit Profil Kapolda Metro Jaya di Wikipedia

Napoleon juga mendesak pihak yang sudah berbuat salah atas kematian Brigadir Yosua, jangan bersembunyi.

Dia berharap agar pihak yang berada di balik kematian Brigadir Yosua, mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Kepada yang berbuat, enggak usah sembunyi kau. Kau ngomong, ngaku kau."

Baca juga: Waketum PPP Ungkap Bakal Ada Partai Non Parlemen Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

"Aku abangmu, sudah beri contoh, kau ikuti saja. Jujur saja, kenapa? Enggak susah dek hidup di penjara, biasa saja.”

“Laksanakan, kalau kau kuat, tegar kau mampu hadapi itu. Saya sudah membuktikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Brigpol Yosua ditembak mati karena diduga melecehkan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).

"Yang jelas gininya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam, itu benar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).

Ramadhan menuturkan, fakta itu diketahui berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dua saksi yang diperiksa adalah Istri Kadiv Propam dan Bharada E.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved