Mardani Maming Ditahan

Mardani Maming Tolak Disebut Buronan KPK, Pernah Menghilang Karena Fokus Ziarah ke Makam Wali Songo

Politisi PDIP, Mardani Maming, menolak disebut buron oleh KPK. Karena selama ini sibuk ziarah ke makam Wali Songo, untuk mendamaikan hati.

Editor: Valentino Verry
tangkapan layar YouTube Kompas TV
Mardani Maming mempersoalkan ditetapkannya dirinya sebagai buronan oleh KPK. Ia juga membantah menghilang saat ditetapkkan buronan. Maming mengaku berziarah ke Wali Songo bukan menghilang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menolak tuduhan KPK bahwa dirinya buron.

Menurut politisi PDIP ini, dia adalah orang yang taat hukum, sehingga tak pernah berniat melarikan diri.

Mengenai ketidakjelasan dirinya beberapa waktu terakhir saat KPK memanggil dan mencarinya, itu karena ada sesuatu yang dikerjakan.

Yakni Maming lagi fokus ziarah. Tak tanggung-tanggung, dia ziarah ke makam Wali Songo.

"Beberapa hari saya tidak ada, bukan saya hilang, tapi saya ziarah, ziarah wali songo," ucap Maming, saat hendak menuju mobil tahanan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/7/2022) malam.

Menurut Maming, Senin (25/7/2022) dirinya sudah mengirim surat bahwa akan datang ke KPK.

Pengacaranya, juga diklaim sudah menelepon penyidik untuk mengabarkan rencana kedatangannya tersebut.

Mardani Maming, menunggu putusan praperadilan yang diketok hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2022).

Namun, Selasa (26/7/2022), KPK memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Setelah (ziarah) itu, saya balik tanggal 28, sesuai janji saya, dan saya hadir," kata Bendahara Umum nonaktif PBNU itu.

Baca juga: Terseret Kasus Korupsi, Ini Sosok Mardani Maming, Pernah Raih WTP dari BPK

KPK menahan Maming selama 20 hari pertama, mulai hari ini, hingga 16 Agustus mendatang, di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Ia dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Maming diproses hukum oleh KPK lantaran diduga telah menerima uang Rp104 miliar terkait penerbitan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dalam rentang waktu 2014-2020.

Maming diketahui merupakan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu dua periode, dari 2010 hingga 2018.

Mardani Maming saat masih berkibar.
Mardani Maming saat masih berkibar. (@mardani_maming)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved