Lumuri Kotoran ke Wajah M Kace, Napoleon: Saya Beri Tahu Rasanya Dinista Tuh Seperti Apa

Ia pun lantas menjelaskan kronologi peristiwa pelumuran kotoran ke wajah M Kace saat itu.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan terhadap M Kece, menjelaskan alasan dirinya melumurkan kotoran ke wajah korban. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan terhadap M Kece, menjelaskan alasan dirinya melumurkan kotoran ke wajah korban.

“Saya bermaksud memberi pelajaran kepada orang ini."

"Orang ini menista umat, dia harus saya beri tahu pelajaran rasanya kalau dinista tuh seperti apa.”

“Bukan maksud saya untuk mencelakakan fisiiknya, enggak."

"Buktinya saya bilang tutup matamu, supaya enggak kelilipan t**i matanya,” tutur Napoleon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Ia pun lantas menjelaskan kronologi peristiwa pelumuran kotoran ke wajah M Kace saat itu.

Baca juga: Khawatir Kabur, Polisi Cegah Empat Tersangka Kasus Penyelewengan Donasi ACT ke Luar Negeri

Awalnya, Napoleon berteriak mulut M Kace najis.

Lantas, Napoleon meminta tahanan lain membawa plastik putih yang ada di kamarnya.

Orang yang membawa plastik putih itu bernama Djafar. Kemudian, plastik putih itu diberikan kepada Napoleon.

Baca juga: Denny Indrayana Pastikan Mardani Maming Datang ke KPK Hari Ini

Kala itu, M Kace berada satu ruangan dengan Napoleon dan sedang duduk bersila. Kace duduk bersama Maman, Herly, dan Choky.

“Langung begitu terima, tak banyak omong saya ambil tangan kanan dulu, baru saya pindah ke tangan kiri, saya berdiri.”

“Saya berdiri, saya ambil tangan kiri, saya ambil isinya dengan tangan kanan saya."

Baca juga: Brigadir Yosua Akhirnya Dimakamkan Secara Kedinasan, Kuasa Hukum: Setidaknya Menghibur Orang Tua

"Saya datangi dari depan, dia masih duduk bersila, say apegang kepalanya, baru saya 'tutup matamu tutup mulutmu.'”

“Tutup mulutmu supaya tidak masuk barang itu ke dalam mulutnya, karena itu berbahaya buat kesehatannya,” beber Napoleon.

Napoleon melumuri Kace dengan kotoran sebanyak dua kali. Setelah itu, dia pergi tanpa berkata-kata.

Baca juga: Jasad Brigadir Yosua Sudah Diformalin dan Membusuk, Tim Dokter Forensik Kesulitan Saat Autopsi Ulang

Kata Napoleon, pergi tanpa bicara itu bentuk kemarahannya kepada Kace, lantaran geram kepada sosok yang ia anggap penista agama itu.

Jenderal bintang dua ini lantas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya.

Dia pun mengaku mencuci tangan hingga tujuh kali. Ia mengklaim itu sesuai anjuran agama.

“Ajaran akidah membuang najis itu kan tujuh kali dengan satu kali tayamum,” urainya. (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved