Polisi Tembak Polisi

Para Ajudan Irjen Ferdy Sambo Masih Bercanda dan Tertawa Sesaat Sebelum Brigadir Yosua Tewas

Anam menjelaskan, para ajudan yang diperiksa menyatakan mereka masih tertawa-tawa.

Editor: Yaspen Martinus
wartakotalive.com, Alfian Firmansyah
Komnas HAM memeriksa enam dari tujuh ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo, terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komnas HAM memeriksa enam dari tujuh ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo, terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bharada E yang diduga terlibat dalam insiden itu, turut hadir dalam pemeriksaan yang berjalan kurang lebih enam jam itu.

Dalam hasil pemeriksaan itu, Komnas HAM membeberkan kondisi terakhir antara para ajudan Sambo, sebelum Brigadir Yosua meninggal pada 8 Juli 2022.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 26 Juli 2022: Dosis I: 202.268.728, II: 169.882.385, III: 54.941.943

"Sebelum Jumat (hari kematian Brigadir Yosua) kami tarik ke belakang, kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kayak apa."

"Itu salah satu yang penting ,misalnya begini, kondisinya bercanda-canda, tertawa atau tegang, itu kami tanya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

Anam menjelaskan, para ajudan yang diperiksa menyatakan mereka masih tertawa-tawa.

Baca juga: Deklarasi Prabowo Capres Digelar Akhir Bulan Ini, Elite NasDem: Kalau Perlu Kita Beri Karangan Bunga

Rentang waktunya, kata Anam, bahkan sangat dekat dengan insiden penembakan tersebut.

"Beberapa orang yang ikut dalam forum (perkumpulan) itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," ungkap Anam.

Kendati demikian, Anam tidak menjelaskan secara detail topik apa yang dibahas para ajudan sehingga membuat mereka tertawa.

Baca juga: Tak Tahu Keberadaan Mardani Maming, Denny Indrayana: Butuh Lebih Mendekatkan Diri pada yang di Atas

Anam hanya memastikan kondisi saat itu sangat rukun dan santai, tidak timbul ketegangan apa pun.

"Soal tertawa kita tanya, ini kondisinya (ada) tekanan atau enggak dan sebagainya, (dijawab) bagaimana tekanan, orang tertawa-tawa kok. Itu banyak yang ngomong demikian," paparnya.

Pada pemeriksaan ini, Komnas HAM menerapkan mekanisme secara terpisah.

Baca juga: Kamis Lusa Polda Metro Jaya Lanjutkan Pemeriksaan Roy Suryo Sebagai Tersangka, Bakal Ditahan?

Para ajudan diperiksa sendiri-sendiri untuk mendapatkan keterangan yang sejujur-jujurnya dari masing-masing ajudan.

"Ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan sendiri oleh Komnas HAM, untuk melihat constrain waktu dan melihat konteks yang terjadi dalam constrain waktu itu, termasuk tadi yang saya bilang di awal soal tertawa, tertawa,"beber Anam.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved