Virus Corona

Siswa SMPN 85 Pondok Labu Kena Covid-19 saat PTM, Dinkes DKI Jakarta Lakukan Tracking

Siswa SMPN 85 Jakarta di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, terpapar Covid-19 ketika pembelajaran tatap muka (PTM).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Siswa SMPN 85 Jakarta di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, terpapar Covid-19 ketika pembelajaran tatap muka (PTM). Penyemprotan disinfektan dilakukan di SDN Pademangan Timur 05, Jakarta Utara jelang PTM 100 persen yang akan digelar Kamis (12/5/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta angkat suara terkait kasus Covid-19 ketika pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 85 Jakarta di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Posisi Dinkes DKI Jakarta itu untuk pembinaan dan pengawasan melalui puskesmas dan seluruh jajaran Dinkes DKI Jakarta," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Friana Asmely saat dihubungi Selasa (26/7/2022).

Perempuan yang akrab dipanggil Imel itu mengatakan, peran Dinkes DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah-sekolah tersebut. 

Lebih lanjut Imel menginformasikan, yang melakukan pengawasan adalah puskesmas kecamatan setempat.

Imel mengaku, pihaknya tidak hanya menunggu saja.

Tetapi tim dari puskesmas kecamatan akan langsung turun tangan apabila ada yang positif Covid-19 di sekolah.

Hal tersebut supaya dapat melakukan tracking untuk menemukan kontak erat di sekitar siswa yang terinfeksi, supaya dilakukan pelacakan lebih lanjut.

Baca juga: PTM di SMPN 85 Pondok Labu Kembali Dihentikan Sementara Akibat Ada Tiga Siswa yang Terpapar Covid-19

Perlu tidaknya sebenarnya sudah diatur keputusan bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri," ujar Imel saat ditanya tentang apakah akan dilakukan pembelajaran online.

Imel mengatakan, sudah jelas regulasinya di sana, kapan suatu sekolah itu mesti ditutup apabil terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Di antaranya, kebijakannya adalah dihentikan sementara selama 14 hari apabila ada klaster penularan di satuan pendidikan terkait atau positivity rate warga satuan pendidikan disana 5 persen.

Atau lebih atau lebih dari 5 persen dari warga satuan pendidikan itu di aplikasi PeduliLindungi itu hitam.

"Nah itu baru dihentikan pendidikannya selama 14 hari," ujar Imel.

Imel menginformasikan, untuk Provinsi DKI Jakarta berdasarkan active case finding itu positivty rate di Departemen Pendidikan masih dibawah 5 persen yaitu kurang lebih 1.3 persen.

Lebih lanjut, Imel mengimbau untuk memperkuat protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved