Ujaran Kebencian

Nilai Kasus Edy Mulyadi Harusnya Ditangani Dewan Pers, Rizal Ramli: Ini Cuma Keseleo Lidah

Ia menyatakan demikian, mengacu pada pekerjaan Edy Mulyadi yang disebut sebagai wartawan senior.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Danang Triatmojo
Bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menilai, kasus Edy Mulyadi semestinya diselesaikan lebih dahulu di Dewan Pers. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menilai, kasus Edy Mulyadi semestinya diselesaikan lebih dahulu di Dewan Pers.

Menurut Rizal Ramli, peradilan yang saat ini sedang berjalan untuk Edy Mulyadi tidak adil, lantaran UU Pers merupakan bagian dari lex specialis yang seharusnya ditangani lebih dahulu oleh Dewan Pers.

Ia menyatakan demikian, mengacu pada pekerjaan Edy Mulyadi yang disebut sebagai wartawan senior.

Baca juga: Pangkas Donasi ACT 30 Persen, Ahyudin Digaji Rp450 Juta Tiap Bulan, Ibnu Khajar Rp200 Juta

‘’Peradilan ini tidak fair, karena sesuai Undang-undang Pokok Pers, ini merupakan lex specialis, yang mestinya ditangani Dewan Pers."

"Apalagi ini bukan kasus kriminal, tapi karena keseleo lidah,” kata Rizal Ramli usai menyaksikan persidangan Edy Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).

Rizal Ramli memandang persidangan terhadap Edy Mulyadi akan jadi preseden buruk bagi kehidupan pers nasional.

Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Pengancam Brigadir Yosua Ternyata Juga Ajudan Irjen Ferdy Sambo

Oleh karena itu, eks Menko Maritim ini menyebut Dewan Pers semestinya proaktif dalam menyikapi kasus seperti ini, dengan melaksanakan fungsi menjalin pemahaman dan pendidikan bersama kejaksaan dan pihak kepolisian.

“Pernyataan Edy Mulyadi soal jin buang anak konteksnya adalah dalam rangka melakukan kontrol,” tuturnya.

Ogah Jadi Saksi

Bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menghadiri persidangan Edy Mulyadi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).

Rizal Ramli yang duduk di kursi terdepan pengunjung ruang sidang, mengaku hanya menyaksikan jalannya persidangan hari ini.

Ia sendiri menyatakan ogah menjadi saksi, lantaran persidangan tersebut ia nilai sebagai pengadilan eror.

“Enggak perlu, ngapain pengadilan eror begini jadi saksi,” kata Rizal Ramli ditemui usai menghadiri persidangan.

Bahkan, ia mengaku ogah terlibat, sekalipun pihak Edy Mulyadi memintanya menjadi saksi yang meringankan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved