Dinas LH DKI Jakarta Diminta Tanggung Jawab Terkait Kasus Pencabulan Anak di Kali Adem

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dinilai harus bertanggung jawab terkait kasus pencabulan bocah perempuan berinisial ISP (16) di Dermaga Kali Adem.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta terkait kasus pencabulan anak yang dilakukan PJLP Sudin LH Kepulauan Seribu, Selasa (26/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dinilai harus bertanggungjawab terhadap kasus pelecehan seksual yang dialami bocah perempuan berinisial ISP (16) di Dermaga Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (13/7/2022) lalu.

Pasalnya, satu dari dua pelaku yang berinisial JP merupakan anggota penyedia jasa layanan perorangan (PJLP) Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu.

“DLH harus bertanggungjawab. Tidak ada ruang sekecil apapun untuk pelaku pelecehan dan kekerasan seksual. Jadi, DLH harus ambil tindakan, jangan cuma berargumen kejadian ini di luar kendali DLH,” kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana pada Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Ada PJLP Jadi Pelaku Pencabulan Anak, Kasudin LH Kepulauan Seribu Akui Tak Mampu Lakukan Pengawasan

Justin mengatakan, pemerintah harus menanamkan kepada para pegawai bahwa mereka merupakan pelayan masyarakat. Tidak terkecuali, anggota dewan yang menjadi wakil rakat di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Ini kejadian yang sangat mencoreng, dan harus ada langkah-langkah nyata dalam waktu dekat sebagai program preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi,” ujar Justin dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Justin juga meminta DLH tidak hanya berhenti pada proses hukum pelaku pemerkosaan, tapi juga peduli pada korban. Rasa empati kepada korban pelecehan/ kekerasan perlu dilakukan baik oleh Dinas LH.

Baca juga: Komisi D DPRD DKI Jakarta Bakal Dampingi Pemulihan Anak Korban Pencabulan di Dermaga Kali Adem

“Kami di Komisi D juga meminta agar ada tanggung jawab terhadap korban. Jangan berhenti saat oknum di proses hukum saja. Tapi korban harus diperhatikan secara nyata dan dipastikan mendapatkan hak pelayanan sesuai perda perlindungan perempuan dan anak,” kata Justin.

“Ini dampaknya ke korban bagaimana? Tentu terjadi 'distrust' antar warga. Karena traumatik yang dialami korban, berdampak buruk bagi kita selaku pelayan rakyat karena ulah buruk seorang oknum yang melakukan pemerkosaan,” lanjutnya.

Diketahui, anak berinisial ISP (16) menjadi korban pencabulan di lantai 2 Kapal Makmur Jaya II Express yang tengah bersandar di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara (13/7/2022). Anak tersebut dicabuli dua orang berinisial JP dan SS.

JP merupakan PJLP Dinas Lingkungan Hidup yang bekerja sebagai petugas kebersihan lepas pantai. Sementara SS merupakan petugas travel dan anak buah Kapal Penyeberangan ke Pulau Seribu. Kini, kedua tersangka tersebut sudah ditangani kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved