Budaya Ngopi di Tanjung Priok Bikin PMP Band Kebanjiran Rezeki

PMP menjadi grup Band tenar di Tanjung Priok, karena banyaknya kedai kopi yang ingin menggunakan jasanya menghibur para pengunjung.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Rendy Renuki
Wartakotalive/Arie Puji Waluyo
PMP Band, grup musik paling dicari di Tanjung Priok 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Maraknya usaha kedai kopi di Tanjung Priok, Jakarta Utara rupanya membuahkan rezeki untuk grup band Palingan Music Project (PMP).

PMP menjadi grup Band tenar di Tanjung Priok, karena banyaknya kedai kopi yang ingin menggunakan jasanya menghibur para pengunjung.

Pasalnya, maraknya kedai kopi di Tanjung Priok membuat wilayah tersebut menimbulkan budaya nongkrong dan ngopi para anak muda.

"Awalnya kami mencoba mengisi waktu dengan berkarya. Ternyata mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat dan juga para pemilik kedai kopi di sini," kata founder PMP, Gabriel Sudrajat kepada awak media, Selasa (26/7/2022).

Meningkatnya permintaan membuat PMP Band harus memecah skuad karena jadwal manggung yang padat dan mepet.

Meski begitu, PMP yang notabene beranggotakan warga lokal Tanjung Priok, mendapat penghasilan di lingkungan tempat mereka tinggal.

"Perjalanan PMP juga tidak mudah. Kami memulai dari kedai kecil, dibayar seadanya sampai saat ini mulai dipercaya mengisi rutin di beberapa kedai kopi," ucap Co Founder PMP, Rudolfo Syaranamual.

Kedai kopi yang langganan menyewa jasa PMP Band adalah Kopiluvium, karena mereka ingin membuat pengunjung bisa menikmati kopi sambil mendengar musik.

"Kembali kepada budaya nongkrong dan ngopi yang ada di Tanjung Priok, kami merasa kehadiran live music bisa menjadi peneman para pengunjung," jelas Chief Executive Officer Kopiluvium, Daffa Rasyif Hisyam.

"Dari sekian banyak band, tentunya kami melihat kualitas dan kemampuan mereka membawa crowd. PMP punya dua keahlian tersebut," tambahnya.

Baca juga: Promo JSM Alfamart 26 Juli 2022 Diskon Kopi, Keju, Minyak Goreng, Susu dll

Kopiluvium sudah memiliki dua cabang di wilayah Tanjung Priok. Keberhasilan ekspansi tersebut tak lepas dari kecermatan Daffa dalam menangkap budaya nongkrong.

"Kami menamai tempat kami sebagai Sociospace. Artinya di sini pengunjung tak hanya sekadar ngopi, tetapi juga bersosialisasi," ujar Daffa yang berencana mengekspansi Kopiluvium keempat wilayah di Tanjung Priok.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved