Berita Kriminal

Banyak Publik yang Termakan Opini Soal Kasus Brigadir J? Ini Kata Dosen Fakultas Psikologi UNISBA

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Vici Sofianna Putera desak publik tidak termakan opini soal kasus Brigadir J.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Panji Baskhara
Kolase dari Tribunjambi.com
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Vici Sofianna Putera desak publik tidak termakan opini soal kasus Brigadir J. Foto: Ruang autopsi ulang jenazah Brigadir J yang ditutup tirai serta Brigadir Yosua semasa hidupnya. Persiapan autopsi ulang jenazah Brigadir J sudah rampung untuk pelaksanaan, Rabu (27/7/2022) besok. 

WARTAKOTALIVE.COM - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Vici Sofianna Putera, minta publik tidak termakan dengan opini, terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu dikarenakan opini yang berkembang di media sosial (Medsos) soal tewasnya Brigadir J dianggap lebih logis, dibandingkan penyampaian resmi dari aparat kepolisian.

Terlebih lagi, isu-isu yang berkembang di media masa ialah tentang motif perselingkuhan dibalik kematian Brigadir J.

Ada juga yang informasi yang beredar di media massa motif Birgadir J ialah orang yang memegang rahasia penting Irjen Ferdy Sambo, sehingga perlu disingkirkan.

Baca juga: Kasus Brigadir J, Berikut Hasil Survei IDM, Tanggapan Pakar Komunikasi Hingga Guru Besar Ilmu Hukum

Baca juga: Sosok Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Menyita Perhatian Iwan Fals, Ada Apa?

Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo Digaris Polisi dan Stiker Bareskrim Polri

"Hold your opinion, ini bisa persekusi! Jangan terjebak perangkap ilusi kebenaran, kenapa persekusi?"

"Karena narasi-narasi alternatif yang muncul di luar versi kepolisian juga belum berdasarkan fakta ilmiah, ini baru opini tanpa data," ucapnya Selasa (26/7/2022).

Pengacara keluarga Birgadir J juga menyatakan kejanggalan soal luka bagian tubuh kliennya masih bersifat dugaan, artinya dugaan itu bisa jadi benar, bisa juga salah.

Kendati begitu, psikologi masyarakat yang membaca narasi ini akan terdorong berspekulasi, lantaran bernuansa konspiratif lebih membuat orang tertarik dengan berita yang beredar.

"Individu tertarik pada narasi konspirasi karena kebutuhan akan pengetahuan dan kepastian dari suatu informasi"

"Terlebih ketika peristiwa besar terjadi, individu tentu ingin tahu mengapa hal tersebut itu terjadi," tuturnya.

"Mereka ingin penjelasan dan mereka ingin tahu yang sebenarnya, tetapi mereka juga ingin merasa yakin akan 'kebenaran' itu," sambungnya.

Dari pemberitaan di media masa juga memengaruhi isu yang beredar di media masa atas kasus penembakan Brigadir Yosua.

Dengan begitu, penggiringan opini atas dugaan tanpa data yang valid akan terus bertransformasi, hingga akhirnya memghakimi Irjen Ferdy Sambo bersama keluarga.

"Namanya penghakiman pasti ada judgement, di sini menurut saya adalah letak permasalahannya, saya akan mencoba membedah fenomena ini dari perspektif psikologi sosial,"

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved