Ada PJLP Jadi Pelaku Pencabulan Anak, Kasudin LH Kepulauan Seribu Akui Tak Mampu Lakukan Pengawasan

Kasudin LH Kepulauan Seribu Djoko Rianto Budi Harsono mengaku tidak mampu melakukan pengawasan terkait adanya PJLP yang jadi pelaku pencabulan anak.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Kasudin LH Kepulauan Seribu Djoko Rianto Budi Harsono mengaku tidak mampu melakukan pengawasan terkait adanya PJLP yang jadi pelaku pencabulan anak di Dermaga Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kasus pencabulan anak di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara pada Rabu (13/7/2022) menjadi perhatian khusus bagi Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.

Pasalnya, seorang pelaku pencabulan tersebut merupakan oknum Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) yang bekerja di bawah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Djoko Rianto Budi Harsono mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan upaya preventif pada saat penerimaan karyawan.

"Mungkin di semua Suku Dinas Lingkungan Hidup sama intinya. Sebenarnya pada saat awal penerimaan karyawan itu ada tes anti narkoba," ujar Djoko Rianto, Selasa (26/7/2022).

Ketika pemaparan saat rapat komisi D DPRD DKI Jakarta, di Ruang Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Djoko Rianto mengaku pihaknya selalu menginformasikan kepada para karyawan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama bekerja.

Baca juga: Kak Seto Desak Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Kebayoran Lama

Informasi tersebut ia sampaikan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub). Hal pertama Pergub tersebut adalah tindak pidana terkait pelanggan masalah narkoba dan minum-minuman keras. Yang kedua dari Pergub tersebut juga dijelaskan bahwa dilarang melakukan tindakan asusila.

"Hal terakhir dari Pergub yang saya sampaikan adalah larangan melakukan pencurian," ujar Djoko Rianto.

Djoko Rianto menegaskan bahwa semua Pergub tersebut supaya dipatuhi. Ia juga menjelaskan bahwa perilaku manusia (pelaku pencabulan) memang berbeda.

"Kita terus terang saja, dalam keluarga lima atau tiga orang pun kita bisa mengawasi. Tapi ini mohon maaf, di luar kemampuan kita dalam pengawasan," ujar Djoko Rianto.

Namun, Djoko Rianto mengaku, pihaknya telah memerintahkan semua pengawas lapangan baik di pesisir maupun Pulau Seribu untuk selalu hadir di sana.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Minta Warga Tak Mudah Percaya Rekrutmen PJLP Berbayar

Hal tersebut untuk menjelaskan dan mengingatkan terkait program kegiatan, termasuk tindakan yang tidak boleh dilakukan selama bekerja. Lebih lanjut Djoko Rianto mengatakan, pengawasan dilakukan secara rutin terhadap PJLP setiap dua minggu sekali.

"Bahkan terakhir kita mengambil langkah karena di Pulau Seribu ini adalah pulau wisata. Nah, biasanya warga masyarakat yang mau jam 7 pagi pun mereka sudah ke pantai," ujar Djoko Rianto.

Djoko Rianto mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan semua koordinator pengawas, dan meminta supaya pukul 07.00 WIB setiap harinya mereka sudah ada di lapangan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Seksi Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menginformasikan update informasi terkait kasus pencabulan anak di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved