Pembunuhan Wartawan

Polisi Sedang Berusaha Menangkap Pembunuh Wartawan Raja Ampat Pos Firdaus Parlindungan Pangaribuan

Unit Reskrim Polsek Kramatjati, Jakarta Timur, berhasil ungkap identitas pembunuh wartawan Raja Ampat Pos, Firdaus Parlindungan Pangaribuan (45).

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Sigit Nugroho
Istimewa
Ilustrasi pembunuhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Unit Reskrim Polsek Kramatjati, Jakarta Timur, berhasil ungkap identitas pembunuh wartawan Raja Ampat Pos, Firdaus Parlindungan Pangaribuan (45).

Pelaku berjumlah total tiga orang.

Namun, hingga saat ini, polisi baru mendapatkan dua identitas orangnya.

Kapolsek Kramatjati, Kompol Tutu Aini, mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk lakukan pengejaran terhadao dua pembunuh Firdaus.

Baca juga: VIDEO Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita di Kali Cikeas Bekasi

Baca juga: Mardani Ali Sera Sempat Menduga Bebasnya Habib Rizieq untuk Alihkan Isu Pembunuhan Brigadir Yosua

Baca juga: Inilah Ciri-ciri Mayat Wanita Ditemukan di Puri 11 Tangerang, Diduga Korban Pembunuhan

"Tersangka sudah ketahuan. Dua orang tinggal pengejaran untuk penangkapan. Doain, ya masih pengejaran," kata Tuti, Senin (25/7/2022).

Diketahui sebelumnya, Firdaus ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di trotoar Jalan Mayjen Sutoyo, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 05.00 WIB.

BERITA VIDEO: Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Libatkan Dokter Forensik TNI & Dipantau Keluarga

Saat ditemukan, jenazah Firdaus terlihat terdapat luka robek pada bagian kepala sebelah kiri, belakang telinga, dan di bawah mata.

Dugaan sementara, ia tewas akibat dikeroyok.

Adik korban, yakni Dewi Santi Pangaribuan menjelaskan bahwa setelah mengetahui kabar itu, pihak langsung membuat laporan ke Polsek Kramat Jati yang teregistrasi dengan nomor 78/K/VI/2022/Sek.Kr.Jati.

Isi laporan tersebut dijelaskan bahwa pelaku pembunuhan terhadap Firdaus berjumlah tiga orang.

Dewi menambahkan, pelaku utama dari kejadian ini, terkait berjumlah dua orang yakni A dan O, yang merupakan ayah dan anak.

"Kemungkinan dia (A) enggak kenal sama abang saya. Karena abang saya kan selama ini tinggal di Papua sama istri dan tiga anaknya. Baru pulang ke Jakarta Januari tahun ini," kata Dewi.

Menurut pengakuan Dewi, setelah insiden pengeroyokan, kedua pelaku dirasanya tidak langsung melarikan diri, tapi baru pada sore harinya mereka kabur, dan hingga kini masih dalam situasi buron.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved