Pilpres 2024

Soal Kerja Sama Parpol di Pilpres 2024, Hasto Kristiyanto: Tidak Mungkin Mencampur Minyak dengan Air

Kata Hasto, pasangan capres-cawapres juga harus dibangun melalui kesepahaman bersama antar-parpol pengusung.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/RIZKI SANDI SAPUTRA
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menegaskan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bakal diusung pihaknya, merupakan kewenangan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menegaskan, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bakal diusung pihaknya, merupakan kewenangan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.

Kemudian, kata Hasto, pasangan capres-cawapres juga harus dibangun melalui kesepahaman bersama antar-parpol pengusung.

Karena, lanjut Hasto, menurut konstitusi, pasangan capres-cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan parpol. Maka, partai pengusung yang bakal membahasnya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 22 Juli 2022: Dosis I: 202.144.603, II: 169.759.138, III: 54.148.579

"Dan bagi PDI Perjuangan, kerja sama partai politik itu ada kesesuaian aspek ideologi, kemudian sejarah, platform partai, dan kesamaan desain bagi masa depan agenda-agenda strategis masa depan," terangnya.

Lantas, lanjut Hasto, basis massanya juga harus senapas dan tidak mungkin mencampur antara minyak dan air.

"Ini yang mesti dilihat secara objektif."

"Tapi ketika ada minyak dan air, tugas PDI Perjuangan adalah mendorong agar meskipun ini berbeda, tetapi semua membangun komitmennya bagi bangsa negara sebagai negara Pancasila," bebernya.

Dengan Ibunya Saja Kalah, Masa Mau Diulangi dengan Anaknya?

Politisi senior PDIP Panda Nababan menilai wacana duet Prabowo Subianto-Puan Maharani di Pilpres 2024, tidak rasional.

Ia khawatir, Puan mengalami nasib yang sama seperti Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri ketika berduet dengan Prabowo pada Pilpres 2009.

"Analisa-analisa politik kadang-kadang banyak juga yang tidak rasional."

"Artinya menggandengkan Prabowo dengan Puan."

"Orang lupa ibunya Puan (Megawati) aja dengan Prabowo kalah (Pilpres 2009)."

"Ya kan tahu 2009 Megawati calon presiden, Prabowo calon wakil presiden, kalah."

Baca juga: Irjen Napoleon: Senjata Itu Istri Pertama Polisi, Tidak Boleh Dipakai Orang Lain, Pelanggaran Berat

"(Dengan ibunya saja) kalah, masa mau diulangi lagi dengan anaknya?" Tutur Panda dalam diskusi Adu Perspektif Total Politik yang dikutip, Jumat (22/7/2022).

Karena itu, Panda menilai, duet antara Menteri Pertahanan dengan Ketua DPP PDIP tersebut, tidak dimungkinkan.

"Artinya tidak mungkin gitu loh (Prabowo-Puan)," ucapnya.

Baca juga: Bawaslu Minta Semua Pihak Hindari Kegaduhan, Jangan Ajak Masyarakat Pilih Calon di Luar Kampanye

Dari kekalahan pada Pilpres 2009 tersebut, ia menyatakan duet antara Prabowo-Puan tidak dimungkinkan pada Pilpres 2024.

"Sudah pengalaman (Megawati-Prabowo kalah). Ini kan kita belajar dari pengalaman. Ibu Mega dengan Prabowo kalah, sekarang mau diulangi lagi dengan anaknya?" Tanya Panda. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved