PAD Kabupaten Bogor

Ditinggal Ade Yasin, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor Langsung Anjlok, Ada Apa?

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin mengungkapkan fakta mengejutkan seputar PAD, setelah sang komandan Ade Yasin ditangkap KPK.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Hironimus Rama
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin meminta perangkat daerah di wilayahnya untuk proaktif memburu pendapatan asli daerah (PAD), krena saat ini anjlok. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pendapatan daerah Kabupaten Bogor pada tahun 2022 ditargetkan senilai Rp7,74 triliun.

Target pendapatan ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 3,14 triliun atau 36,83 persen di mana 69,94 % -nya bersumber dari pajak daerah.

Sisanya berasal dari pendapatan transfer senilai Rp 4,59 triliun atau berkontribusi 63,17 % .

Pendapatan transfer ini berasal dari bagi hasil pajak Provinsi Jawa Barat berkontribusi 16,91 % , dan alokasi bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat berkontribusi sebesar 2,84 % .

“Saat ini kita memasuki triwulan ketiga tahun 2022. Per 18 juli 2022, Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor baru terealisasi sebesar Rp4,2 triliyun atau 50,11 % dari target yang ditetapkan," kata Burhanudin, saat menghadiri kegiatan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar dan Kabupaten Bogor di Gedung BJB Cibinong, Jumat (22/7/2022).

Dia menjelaskan bahwa realisasi PAD hinhga kini baru sebesar Rp1,9 triliun atau 61,1 % .

Sedangkan dari Pendapatan Transfer Baru terealisasi sebesar Rp 2,3 triliun atau 43,12 % .

Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman Soroti Pajak Hotel dan Restoran Saat di Caringin

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Burhanudin meminta agar Bappenda dan seluruh Perangkat Daerah penunjang pendapatan daerah kreatif, dan terus berinovasi mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak.

"Kepada seluruh Perangkat Daerah/Camat/Kades/Lurah dan para ASN berperan aktif menghimpun potensi pendapatan yang berada di bidang atau wilayah kerjanya masing-masing," ujarnya.

Menurut dia, diperlukan dukungan dan peran aktif berbagai stakeholderuntuk bersama-sama mengoptimalkan pendapatan pajak ini.

Bupati Bogor non aktif Ade Yasin.
Bupati Bogor non aktif Ade Yasin. (Istimewa)

"Kami butuh sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar melalui program relaksasi pajak," tutur Burhanudin.

Kepala Bappenda Jawa Barat Dedi Taupik menuturkan, bahwa sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Bogor dengan Pemprov Jabar ini sangat penting untuk mengoptimalisasi pajak daerah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar.

“Kami berharap melalui relaksasi pajak, salah satunya PBB dan pemutihan pajak kendaraan bermotor bisa mendorong peningkatan pajak baik Kabupaten Bogor maupun Provinsi Jabar," ucapnya.

Dedi pun meminta agar masyarakat manfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dimulai sejak tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus tahun 2022 ini.

Baca juga: Bikin Waswas, KPK Panggil Semua Kontraktor Rekanan Pemkab Bogor Terkait Korupsi Ade Yasin

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved