Jadi Korban Kecelakaan di Cibubur, BPJamsostek Tanggung Biaya Rawat Peserta Aktif Ini Sampai Sembuh

Peserta BPJamsostek yang jadi korban kecelakaan maut di Transyogi, Jatisampurna, Kota Bekasi, ditanggung sampai sembuh.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Perawatan Kunto Widyasmoro, peserta aktif BPJamsostek yang jadi korban kecelakaan maut di Jalan Transyogi Cibubur, Kota Bekasi ditanggung penuh sampai sembuh, Jumat (22/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATISAMPURNA - Pihak BPJamsostek mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan maut di Jalan Transyogi, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Korban kecelakan itu bernama Kunto Widyasmoro, dimana sebagai peserta aktif.

Hal itu berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim Layanan Cepat Tanggap (LCT), untuk menyisir kemungkinan adanya peserta yang turut jadi korban saat insiden terjadi pada Senin (18/7/2022) lalu.

Direktur Pelayanan BPJamsostek Roswita Nilakurnia mengaku, peserta berprofesi sebagai tenaga pengajar.

Saat itu, sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumahnya di Cileungsi.

Namun saat dirinya melintas di lokasi, terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada wajah dan lengannya,

Pasca kejadian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJamsostek, guna mendapatkan perawatan intensif.

"Kami atas nama manajemen turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto"

"Kami telah memastikan korban alami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja,"

"Namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja," ungkap Roswita melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/7/2022).

Lebih jauh Roswita menjelaskan, peserta akan mendapatkan beragam manfaat diantaranya perawatan tanpa batas biaya hingga sembuh.

Selain itu, jika dalam masa pemulihan peserta juga diberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB).

Yakni sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan dan selanjutnya 50 persen upah hingga sembuh.

Apabila peserta alami kecacatan, dirinya juga mendapatkan alat bantu (orthose) atau alat ganti (prothese), serta manfaat Return To Work (RTW) yaitu berupa pendampingan hingga pekerja dapat bekerja kembali.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved