Temui Bocah Dirantai dalam Kondisi Kurus Kering, LPAI Bekasi Raya Temukan Sejumlah Fakta

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Bekasi Raya menemui bocah dirantai di Jatiasih, Kota Bekasi yang videonya sempat viral di media sosial.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Ketua LPAI Bekasi Raya, Frans Sondang Sitorus 

TRIBUNBEKASI.COM, MEDANSATRIA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Bekasi Raya, Frans Sondang Sitorus mengatakan telah menemui R (15) bocah yang ditemukan dalam kondisi dirantai dan kurus kering di Jatiasih, Kota Bekasi. Peristiwa ini pun juga viral di media sosial.

Frans mengatakan secara kasat mata, memang kondisi korban seperti beberapa hari tidak mendapatkan asupan gizi dalam hal ini makanan. Ia juga melihat kemungkinan R juga mengalami kondisi berkebutuhan khusus.

"Tadi pagi saya ketemu dengan si anak, dan berbincang dengan si anak memang kami melihat fisik, karena masih dilakukan pendalaman lagi, itu memang tidak diperhatikan dalam hal makanan dan gizi, itu yang saya perhatikan," kata Frans Sondang Sitorus, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Terhadap Anak yang Ditemukan dalam Kondisi Dirantai di Bekasi

LPAI Bekasi Raya pun juga ikut serta hadir mendampingi korban di Polres Metro Bekasi Kota, bahkan selama di Polres Metro Bekasi, korban diberikan makan, bahkan berulang kali korban menyebut jika petugas kepolisian sangat baik tidak seperti ayahnya yang sering melakukan tindakan kekerasan. Atas hal ini diduga tindakan kekerasan terjadi pada korban.

"Mungkin dari omongan begitu ya, karena tadi dikatakan 'pak polisi baik loh, tidak seperti ayah saya yang sering mukul'. Nah itu saya tidak tahu, tapi kan arahnya pasti katanya sering. Tapi memang dia menyebut ayahnya bukan ibunya," katanya.

Tak hanya itu, LPAI Bekasi Raya juga sempat bertanya kepada orang tua korban perihal merantai anaknya itu. Namun jawab yang diterima Frans hal itu karena korban sering menghabiskan makanan hingga jatah makan orang tua. Bahkan hal lain juga disebutkan jika korban yang memang meminta untuk dirantai oleh orangtuanya.

"Ini sebenarnya jawaban yang tidak mungkin, mereka bahkan ibunya yang mengatakan bahwa anak ini yang diminta di ikat sendiri, ya kan ngak mungkin anak minta di rantai sendiri gitu. Nah ini mungkin pembelaan ibunya gitu," ujarnya.

Baca juga: Viral Anak Laki-laki di Bekasi Dirantai Diduga Alami Kekerasan, Begini Penjelasan Polisi

Sejauh ini pihaknya mengaku belum mengetahui apakah ada tindakan kekerasan fisik yang dialami korban. Meski memang korban sendiri sering kali menyebut jika ayahnya melakukan tindakan pemukulan, oleh karena itu pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke penyelidikan kepolisian.

"Karena tadi pakai pakaian panjang saya tidak lihat ya, saya tidak perhatian mungkin ada memar ada luka, saya tidak perhatian, tapi memang dari omongan anak ini dia mengalami kekerasan," ujarnya.

Atas kasus ini, LPAI Bekasi Raya menyebut tetap akan komitmen fokus kepada kebaikan korban. Jika memang orangtua korban benar terbukti melakukan tindakan kekerasan tentunya sesuai dengan undang-undang harus menerima hukuman agar ada efek jera.

"Dan tidak kalah penting adalah kondisi psikis anak, karena kan ini lebih panjang. Kalo proses hukum kan setelah masuk pengadilan putusan pengadilan selesai, tapi untuk masalah psikis anak itu kan lama, nah ini yang tidak kalah penting," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved