Berita Video

Lebih Dekat Dengan Chandra Kirana, Pengamat Isu Sosial UI yang Hobi Dengar Dongeng

Kicky mengakui, sejak tahun 1990 ia masuk Universitas Indonesia sebagai mahasiswa S1, dari situlah muncul rasa cinta dengan Ilmu Komunikasi

 

Lebih lanjut Kicky bercerita, salah satu isu sosial yang menarik baginya adalah seksualitas.

 

Hal itulah yang membuat Kicky membahas tentang seksualitas pada disertasi yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

 

“Khususnya tentang sexting dalam interaksi orang yang sedang berpacaran. Secara sederhana sexting itu adalah proses berkirim info teks bermuatan sex,” ujar Kicky.

 

Bagi Kicky, hal tersebut sangat erat dengan dunia anak muda, dan ia tertarik untuk memahami dunia anak muda itu seperti apa.

 

Hal yang menarik dari anak muda menurut Kicky adalah mereka berani mengekspresikan hal-hal yang mungkin dianggap generasi sebelumnya merupakan perilaku tidak sopan dan tabu, tapi justru mereka adalah orang-orang yang melihat sesuatu tidak dengan kacamata yang tabu.

 

“Dan kadang-kadang itu buat mereka bisa mengeksplorasi sesuatu pada titik tertentu, dengan cara-cara yang bagi saya menarik untuk diamati lebih lanjut,” ujar Kicky.

 

Namun Kicky memiliki kesulitan dengan isu tersebut, karena ia tidak memiliki data tentang bagaimana perilaku sexting remaja di desa.

 

Kicky mengaku, saat ini ia hanya punya data untuk melihat bagaimana perilaku sexting mereka dalam konteks masyarakat kota besar atau urban.

 

Lebih lanjut lagi, Kicky menjelaskan bahwa anak-anak muda memiliki dimensi warna yang beragam tentang berbusana, cara berpikir, kemudian mau pacaran atau tidak.

 

“Terus kalau mau pacaran atau enggak, nanti ada drama-drama berikutnya yang membuat mereka mau atau tidak pacaran. Dan kadang-kadang di titik tersebut saya harus akui ada di beberapa perbincangan dengan mereka saat saya mewawancarai mereka, kadang-kadang kan isu penting buat mereka adalah mereka diterima, dipercaya, bahwa apa yang mereka pikirkan itu valid,” ujar Kicky.

 

Selain disertasi yang saat ini sedang ia kerjakan, berikut beberapa publikasi Chandra Kirana (Kicky):

 

 
 
 
 

Selama menjadi seorang dosen sekakigus pengamat isu sosial, Kicky mengakui oasti ada benturan dari orang lain yang tidak setuju dengan pendapatnya.

 

Bagi Kicky, benturan tersebut ia pahami sebagai kritik terhadap apa yang Kicky pilih untuk menjadi bahan pengamatan bahkan penelitiannya.

 

“Namun di luar itu semua ketika ini menyangkut kemanusiaan, saya akan jalan terus pada titik-titik tersebut,” ujar Kicky.

 

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Tapi ketika seseorang dilarang untuk berbicara, padahal isu tersebut memang harus diangkat. Kicky mengaku cukup terbuka.

 

Ia memberi contoh ketika membicarakan isu-isu seksualitas, tetap dirinya harus berhati-hati.

 

Hal tersebut supaya orang paham kenapa isu seperti itu harus diangkat.

 

“Atau juga bisa berbicara tentang isu kesehatan mental. Beberapa orang kadang-kadang menganggap isu kesehatan mental itu enggak ada,” ujar Kicky.

 

Hal itulah yang membuat Kicky harus pelan-pelan mengatakan kepada mereka bahwa cara pandangnya bukan seperti itu.

 

Di akhir obrolan Kicky berharap, masyarakat Indonesia memiliki sikap lebih terbuka dalam menerima suatu fenomena yang baru.

 

“Lebih terbuka dalam arti ya enggak menghakimi, enggak menjudge. Coba lihat dulu dari sisi mereka, coba pahami dulu ini gejala apa. Jadi kita enggak terjebak dalam situasi bahwa ketika orang ramai-ramai menuding ini itu, kita juga harus di posisi itu,” ujar Kicky.

 

Bersama tim dosen di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI, Kicky telah menyelesaikan lokakarya photostory tentang kesehatan mental di kalangan mahasiswa.

 

Ibu dari satu orang anak perempuan itu juga telah berkolaborasi dengan fasilitator (Keyza Widiatmika, independent photo-journalist) dan mahasiswa di kampus (secara online).

 

Loka karya tersebut menghasilkan serangkaian foto dan narasi dari partisipan lainnya, lalu foto-foto tersebut dikurasi dan dijadikan antologi foto berjudul ‘Terbatas’. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved