Berita Kriminal

Begini Cerita Putra Siregar di PN Jaksel Soal Kronologi Kasus Dugaan Pemukulan di Kafe Kode Jakarta

Putra Siregar menceritakan lengkap terkait kronologi kasus dugaan pemukulan di Kafe Kode Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Putra Siregar (Pakai peci putih) menceritakan terkait kronologi kasus dugaan pemukulan di Kafe Kode Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Putra Siregar bersama dengan temannya, Rico Valentino kembali jalani sidang kasus dugaan pemukulan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2022) secara daring.

Putra Siregar dan Rico Valentino menjalani sidang yang beragendakan pemeriksaan terdakwa oleh majelis hakim.

Dalam sidang, Putra Siregar ceritakan kronologi bagaimana akhirnya dirinya bisa dilaporkan dan dipenjara, atas laporan yang dibuat Nur Alamsyah.

Putra Siregar mulanya bersama Rico Valentino datangi Kafe Bone di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, 1 Maret 2022.

Baca juga: Putra Siregar Tutup PS Glow Akhiri Kisruh dengan MS Glow, Bagikan Gratis Produk yang Belum Terjual

Baca juga: Berseteru dengan PS Glow, MS Glow Bantah Minta Uang Damai Rp 60 miliar ke Putra Siregar

Baca juga: Gilang Widya Pramana dan MS Glow Disebut Minta Uang Damai Rp 60 Miliar ke Putra Siregar, Benarkah?

"Saya bersama Rico datang ke kafe Bone karena ada undangan acara ulang tahun yang mulia. Kami datang sekitar pukul setwngah 12 malam (23.30 WIB) yang mulia," kata Putra Siregar.

Putra menambahkan, kala itu ia bersama Rico dan teman-temannya hanya berada di Kafe Bonse sekitar 30 menit.

Kemudian ia diajak oleh Derry, manajer artis pindah ke Kafe Kode, Senopati, Jakarta Selatan.

Diakui Putra, Derry mengajaknya kesana karena Kafe Kode buka sampai pukul 03.00 WIB.

Kemudian, ia menyebut bersama dengan 14 orang temannya dalam tujuh mobil bertolak ke Kafe Kode.

"Ketika disana, saya hanya menyebut reservasi atas nama Derry yang mulia," ucapnya.

Kemudian, hakim langsung menanyakan tentang kejadian aksi dugaan penganiayaan atau pemukulan Putra dan Rico terhadap Nur Alamsyah.

Putra membeberkan dirinya saat kejadian, mulanya sedang berbincang dengan pemilik Kafe Kode.

Lalu, ia melihat Rico tengah dikerubungi banyak orang didalam Kafe tersebut.

"Kemudian saya sambangi Rico dan membelanya. Saya melerai dari kerumunan itu, untuk memeluk Rico."

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved