DPRD Kabupaten Bogor

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman Soroti Pajak Hotel dan Restoran Saat di Caringin

Saat reses di Caringin, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman soroti pajak hotel dan restoran.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman Soroti Pajak Hotel dan Restoran Saat di Caringin 

WARTAKOTALIVE.COM, CARINGIN - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman soroti pajak hotel dan restoran saat di Caringin.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil III Kabupaten Bogor melakukan kegiatan reses di Kecamatan Carigin pada Rabu (20/7/2022).

Kegiatan ini dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Air Sungai Cileungsi Berubah Jadi Hitam, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Minta Timsus Turun Tangan

Ada banyak persoalan yang dibahas dalam reses DPRD Kabupaten Bogor masa sidang III 2021-2022 ini.

Salah satunya adalah masalah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dari retribusi pajak hotel dan restoran yang belum maksimal.

Hal ini disorot oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman.

Dia menjelaskan bahwa saat ini banyak hotel dan restoran di Kawasan Caringin yang tidak taat pajak.

"Kalau dilihat dari data Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pajak Carigin, ada ratusan hotel dan restoran di wilayah ini. Tetapi yang menjadi wajib pajak (WP) baru 39," kata Usep, Rabu (20/7/2022).

Politisi PPP ini meminta agar pajak hotel dan restoran ini dioptimalkan lagi.

"Jika dikelola dengan baik, WP yang ratusan itu bisa meningkatkan PAD secara maksimal," ujarnya.

Usep meminta agar di restoran harus ada alatnya tapping box untuk mencegah kebocoran pajak.

"Jangan sampe yang makannya 1.000 orang yang dibayar 500," jelasnya.

Untuk restoran yang tidak taat bayar pajak, Usep meminta agar disegel saja.

"Kalau tidak bayar pajak, segel dulu. Ketaatan membayar pajak dari pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD," ungkapnya.

Usep meminta agar UPT yang bertugas agar bisa memaksimalkan perannya. Bila perlu UPT melakukan upaya door to door dalam pengecekan sehingga retribusi pajak yang dihasilkan bisa maksimal.

"Saya meminta dioptimalkan mana saja para investor yang belum tercatat wajib pajak. UPT harus cek dan keliling," pintanya.

Dia menambahkan bahwa jika penarikan pajak dilakukan secara maksimal maka akan menaikan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

"PAD kita saat ini Rp 3 triliun.  Pendapatan yang harus kita dapatkan salah satunya dari pendapatan retribusi," tandas Usep.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved