Berkedok Adopsi Berbayar, Seorang Wanita di Pademangan Tega Jual Keponakannya yang Masih Bayi

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus penjualan bayi oleh seorang wanita terhadap keponakannya yang masih bayi di Pademangan, Jakarta Utara.

Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
Polres Pelabuhan Tanjung Priok ungkap kasus perdagangan bayi di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus penjualan bayi yang dilakukan seorang wanita terhadap keponakannya yang masih bayi di wilayah Pademangan, Jakarta Utara.

Kasus ini bermula saat pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya penjualan bayi perempuan berusia delapan bulan melalui pesan singkat.

Atas laporan tersebut, tim opsnal Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pendalaman dengan menyamar menjadi pembeli bayi dan melakukan komunikasi dengan tersangka.

Lalu, tersangka berinisial AA (51) membawa bayi tersebut ke salah satu hotel di wilayah Pademangan yang telah disepakati bersama.

Baca juga: Ratusan Karyawan Minyak Goreng Disasar Vaksin Booster oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Kemudian, tim Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pelaku AA saat melakukan transaksi jual-beli bayi di dalam hotel tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menyebut pelaku AA memaksa ibu korban berinisial S untuk menjual anaknya karena memiliki hutang sebesar Rp 11 juta.  

Dengan dalih melunasi hutang ibunya, pelaku AA tega menjual keponakannya tersebut dengan harga Rp 30 juta berkedok adopsi berbayar.

"Pelaku AA memaksa korban yang merupakan ibu bayi berinisial S untuk menjual anaknya dengan ancaman akan melaporkannya ke polisi karena hutang yang belum dibayar dan akan mengusir korban dari kontrakannya," kata Kholis, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Mediasi Kasus Kecelakaan, Korban yang Diamputasi Tetap Jadi Karyawan

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta, bukti transfer bank, HP, kartu akses hotel dan bukti pembayaran kamar hotel.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP SN. Wiratama menyebut ibu bayi S menyerahkan anaknya pada tersangka AA karena keterpaksaan.

Sehingga, ibu korban S hanya dijadikan saksi bukan tersangka karena ada unsur tekanan dan paksaan untuk menyerahkan anaknya kepada tersangka AA. 

"Tersangka dengan ibu korban masih ada ikatan keluarga, yakni sepupu," pungkasnya. (m38)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved