Air Bersih

Perjuangan Tini Berat, Tiap Hari Bangun Jam 02.00 WIB demi Mendapatkan Air Bersih

Ratusan warga di Kelurahan Muara Baru, Koja, Jakarta Utara, kesulitan air bersih. Mereka harus menunggu sejak dini hari.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Valentino Verry
warta kota/m rifqi ibnu masy
Tini warga RW 17 Kelurahan Muara Baru, Koja, Jakarta Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih di lingkungannya. Dia harus menunggu mulai jam 02.00 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WIB, Tini Pawarah (60) bangun dari mimpi indahnya karena suara alarm yang berdering kencang di sisinya.

Hampir tiap dini hari, wanita paruh baya ini harus bangun tidur lebih cepat untuk sekadar menantikan air PAM di rumahnya mengalir.

"Air PAM paling ngalir cuma 2 - 3 jam saja, itu pun sebelum Subuh mati lagi," ungkapnya dengan nada lesu.

Tini bersama ratusan warga RW 17 Kelurahan Muara Baru, Koja, Jakarta Utara sudah beberapa kali mengalami kesulitan air bersih.

Air PAM di lingkungannya hanya mengalir sekira pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB saja, selebihnya akan mati.

"Jadi kita paksain begadang, kan hidupnya jam 2 malam. Jadi kalau sudah jam 2 pada bangun di sini mah, mengisi air, takut kesiangan soalnya jam setengah lima udah mati airnya," kata Tini. 

Jika Tini tak mendapatkan air bersih, ia terpaksa akan membeli air isi ulang jerigen dengan harga Rp 10 ribu untuk mandi dan kebutuhan lainnya.

Baca juga: DPRD DKI Memikirkan Suplai Air Bersih Bagi Warga Jakarta setelah IKN Pindah ke Kaltim

Tini berharap, kelangkaan air bersih di lingkungannya dapat cepat teratasi. Karena baginya dan ratusan warga RW 17 Kelurahan Muara Baru kelancaran air bersih sangat dinanti.

"Ya kalo bisa mah dilancarkan airnya jadinya kita ga begadang, kan cape juga kalo begadang terus," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved