Limbah Kulit Kayu Lokal Kini Bisa Geser Bahan Impor

Limbah kulit kayu gemor tersebut kemudian diolah menjadi tepung lengket yang dikenal dengan produk Blambangan Powder.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Sumber daya alam Indonesia menyimpan banyak potensi. Itulah yang kemudian ditelusuri oleh Kevin Efendi, dengan mengembangkan potensi limbah dari sumber daya yang ada di hutan. Komoditas tersebut adalah kulit kayu gemor yang bisa digunakan sebagai bahan perekat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sumber daya alam Indonesia menyimpan banyak potensi. Itulah yang kemudian ditelusuri oleh Kevin Efendi, dengan mengembangkan potensi limbah dari sumber daya yang ada di hutan. Komoditas tersebut adalah kulit kayu gemor yang bisa digunakan sebagai bahan perekat.

Limbah kulit kayu gemor tersebut kemudian diolah menjadi tepung lengket yang dikenal dengan produk Blambangan Powder.

Menurut Kevin, kulit kayu gemor memiliki viskositas yang tinggi. Sehingga, menurutnya, cocok untuk diolah menjadi bahan dasar pembuatan dupa, lem, pelet ikan, obat nyamuk dan produk lainnya.

Baca juga: Buka Gerai di Jakarta, Kayu Manis asal Indonesia jadi Bahan Roti Asal Amerika

Baca juga: Ebbo Memburu Rezeki saat Mudik Lebaran Lewat Keahlian Melukis dengan Limbah Kayu

“Saat ini kebutuhan bahan dasar produk tadi dipenuhi dengan produk impor,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).

Melihat potensi itulah, Kevin mendirikan PT Bumi Blambangan Wangi, dan memberdayakan warga di sekitar hutan untuk mengumpulkan limbah kulit kayu gemor.

Kevin menerangkan bahwa kayu gemor cukup banyak dijumpai di hutan bertanah gambut. Setidaknya ada ratusan petani lokal yang kini terberdayakan dengan inovasi pengolahan limbah ini.

Kevin juga menerangkan bahwa permintaan akan bahan baku ini terbilang tinggi. Usaha yang dirintisnya yang sudah hampir 2 tahun itu sudah memiliki permintaan rutin sedikitnya 50 ton per bulan. Apalagi dengan harga yang lebih murah dari produk impor. “Kami jual di 14ribu per kg, sementara impor 16-17ribu per kg,” ungkapnya.

Baca juga: Omset Usaha Tas Kristik Kayu Asal Temanggung Ini Naik 75 Persen Setelah Ikut Lapak Ganjar

Baca juga: Bermanfaat Sebagai Pelega Tenggorokan, Peluang Bisnis Agen Permen Kayu Putih Jadi Pilihan Tepat

Bak gayung bersambut, potensi bahan baku tadi bertemu dengan pasar yang tepat. Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan bahwa produsen dupa memerlukan bahan baku dengan daya lengket tinggi.

Kebutuhan ini kemudian dipenuhi oleh produk yang dikembangkan oleh Kevin. Kevin juga mengatakan bahwa produk PT Bumi Blambangan Wangi memiliki kadar lengket yang lebih stabil.

Saat ini pabrik pengolahan Kevin berada di Malang, dan memenuhi kebutuhan rutin salah satu produsen dupa terbesar di Wagir Malang, Pak Misnadi. Sudah setahun terakhir Pak Misnadi menjadi pelanggan rutin produk olahan limbah kayu tersebut. “Lengketnya bagus seperti joss powder dan harganya juga murah,” paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved