Lifestyle

Lima Hal Tentang Tabungan dan Investasi Syariah

Konsep bank berbasis syariah telah diperkenalkan sejak tahun 1990 namun penetrasi di masyarakat masih kecil dibandingkan produk konvensional

istimewa
Nasabah yang rekening tabungan syariah untuk berbagai kebutuhan finansial masing-masing individu 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Konsep bank berbasis syariah telah diperkenalkan sejak tahun 1990.

Namun, hingga hari ini, produk tabungan dan investasi berbasis syariah  dianggap belum dimanfaatkan banyak orang.

Pemanfaatan produk ini baru dimanfaatkan oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia dengan populasi mayoritas muslim.

Bagi masyarakat luas yang memahami dan menggunakan instrumen investasi serta produk perbankan lainnya, solusi perbankan syariah sudah cukup dikenal.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2022, tercatat hanya terdapat sekitar 44 juta rekening pembiayaan dan dana pihak ketiga yang ditempatkan oleh 36,7 juta nasabah pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Sementara data dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), pada Januari 2021 terdapat 352.728.934 rekening yang disimpan di 95 bank umum konvensional, dan 14 bank umum syariah.

Hal ini ditengarai oleh rendahnya penetrasi edukasi terkait keuangan berbasis syariah di masyarakat, sehingga hal ini berpotensi menjadi missing opportunity.

Dalam rangka melengkapi wawasan dan pengetahuan masyarakat akan produk keuangan syariah, berikut ini adalah 5 (lima) pertanyaan yang paling kerap terlontarkan di masyarakat seputar tabungan dan/atau investasi syariah.

01. Apakah perbedaan produk simpanan syariah dan konvensional?

Pertama, pengelolaan dana nasabah yang harus sesuai dengan prinsip syariah, yakni, dana nasabah disalurkan hanya kepada kegiatan yang dinilai Halal.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved