Berita Depok

Lahan Diambil Alih dan Bangunan Dihancurkan, Pengusaha Tambal Ban dan Ayunan di Depok Alami Trauma

Seorang pengusaha tambal ban dan ayunan, Jhon Simbolon alami trauma lantaran lahannya diambil alih dan bangunan dihancurkan oleh perusahaan BUMN.

Editor: Panji Baskhara
Shutterstock
Ilustrasi: Kasus dugaan mafia tanah terjadi di Jalan Alternatif Transyogi No 23 RT 004/005, Harjamukti, Kota Depok, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kasus dugaan mafia tanah di kawasan Kota Depok, Jawa Barat kembali terjadi.

Kali ini, korban mafia tanah didera Jhon Simbolon, selaku pemilik tanah dan bangunan di Jalan Alternatif Transyogi No 23 RT 004/005, Harjamukti, Kota Depok.

Diketahui, Jhon melaporkan terjadinya penggusuran hak atas tanah dan bangunannya oleh sebuah perusahaan BUMN bidang properti, ke Mapolres Depok.

Jhon pun akhirnya menunjuk Sahat Poltak Siallagan, Hefi Eliza, dan Jhonathan Theodorus, selaku kuasa hukumnya.

Baca juga: Lahan yang Jadi Korban Mafia Tanah Bisa Dikembalikan ke Pemilik Asli, tapi Prosesnya Ribet

Baca juga: Pejabat Kementerian ATR/BPN yang Terlibat Kasus Mafia Tanah Bakal Disidang Etik

Baca juga: Jubir Kementerian ATR/BPN: Kasus Mafia Tanah Residu Masalah Masa Lalu

Diketahui, laporan tersebut bernomor STPLP/B/671/III/2022/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METROJAYA pada 18 Maret 2022 di Polres Metro Depok, dengan terlapor berinisial DB, dkk.

Tim kuasa hukum Jhon pun ungkap melalui pernyataan tertulisnya, apabila perusahaan BUMN itu menghancurkan bangunan milik pengusaha tambal ban dan ayunan tersebut, pada 17 Juni 2022.

Kini, Jhon bersama keluarganya hanya bisa tinggal di atas puing-puing bangunan rumahnya yang ditinggali sejak 1999 lalu.

Awalnya Jhon sempat ditawarkan harga pembebasan tanah sebesar Rp 30 juta per meter di tahun 2018 oleh, pihak perusahaan BUMN tersebut, namun ditolak.

Sebab, John menginginkan apabila harga lahan tersebut Rp 50 juta per meter.

Kemudian pada 16 Maret 2021, pihak perusahaan itu sendiri diduga mengakui telah melakukan ganti rugi kepada TD, yang mengaku-ngaku pemilik tanah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved