Berita Jakarta

Banjir Jakarta, Anggota DPRD DKI Kenneth Pertanyakan Progress Normalisasi Sungai

Di Kembangan Utara itu sampai sekarang belum menemukan titik temu, Pemprov DKI harus melakukan terobosan dalam menangani masalah ini

Editor: Ahmad Sabran
HO
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pemukiman warga sekitaran bantaran kali di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan tergenang banjir pada Sabtu 17 Juli 2022 lalu dengan ketinggian mencapai 40-120 cm.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga saat ini belum mempunyai terobosan yang jitu mengenai banjir yang kerap melanda warga yang bermukim di bantaran kali.

"Pemprov DKI dalam hal ini Gubernur Anies, hingga saat ini tidak mempunyai terobosan atau solusi yang signifikan dalam menangani banjir yang kerap melanda warga di pinggiran kali," tegas Kenneth dalam keterangannya, Senin (18/7/2022).

Anggota DPRD dari Dapil 10 Jakarta Barat yang meliputi Kecamatan Grogol Petamburan, Taman Sari, Kebon Jeruk, Palmerah, dan Kembangan itu juga menyoroti banjir yang kerap melanda wilayah Kembangan Utara.

"Di Kembangan Utara itu sampai sekarang belum menemukan titik temu, Pemprov DKI harus melakukan terobosan dalam menangani masalah ini, solusinya harus di sheet pile pinggiran kalinya. Kalau tidak di sheet pile, sampai dunia kiamat ya setiap kali dapat banjir kiriman pasti warga akan kebanjiran terus," ketus Kent.

Baca juga: Banjir 1 Meter di Pondok Pinang, Warga Minta Kali Pesanggrahan Dikeruk

Baca juga: Tim Baznas Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Korban Banjir di Wilayah Jabodetabek

Baca juga: Lucinta Luna Kapok Berjoget hingga Jahitannya Terbuka Usai Operasi Pemotongan Jakun di Korea Selatan

Saat ini, wilayah yang terendam banjir rata-rata adalah dampak dari luapan air kali, dengan kejadian ini terbukti bahwa Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini tidak fokus dan serius dalam menjalankan program normalisasi sungai.

"Pemprov DKI harus benar benar berani melakukan terobosan, kalau tidak ada, ya begini begini aja setiap tahun, setiap Kali Angke, Pesanggrahan dan Ciliwung kalau meluap ya warga akan kebanjiran terus."


"Kemarin saya memonitor bahwa wilayah yang banjir rata-rata dari luapan kali karena pinggiran kalinya tidak di sheetpile. Kalau seperti ini berartikan program normalisasi sungai enggak berjalan," bebernya.

"Saya melihat bahwa Gubernur Anies lebih kerap membanggakan JIS, terbukti hari sabtu kemarin tanggal 16 Juli pada saat bersamaan warga kebanjiran parah, dia malah buat acara di JIS," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta itu.

Kent menyebut Anies malah memilih bertemu anak-anak muda yang berasal dari Citayam dan Bojong Gede di kawasan Sudirman yang dinilai tidak urgent.

Padahal saat yang bersamaan, warga Jakarta sedang kebanjiran.

"Gubernur Anies seperti menjauhi masyarakat diakhir masa jabatannya sebagai gubernur. Seharusnya dia lebih giat dalam bekerja dalam menyelesaikan seluruh permasalahan di Jakarta. Jangan malah nongkrong dengan anak muda SCBD pada saat warganya lagi kebanjiran," ketus Kent.

Kent pun menilai bahwa program penanggulangan banjir yang dicanangkan orang nomor satu di Jakarta itu gagal total, karena apa yang dilakukannya sebelum musim penghujan sama sekali tidak membantu dalam menanggulangi banjir di ibukota.

"Program penanggulangan banjir ala Gubernur Anies gagal total, karena tidak fokus pada normalisasi kali, semuanya hanya sifatnya teori semata. jangan saat kejadian banjir baru sibuk kalang kabut seperti ini. Masalah normalisasi kali dan tanggul rob tidak dikerjakan secara maksimal," beber Kent.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved