Eksklusif Warta Kota

Vasyl Hamianin Ajak Dunia Bantu Pembangunan Kembali Fasilitas Publik Ukrania, Setelah Digempur Rusia

Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berharap dunia membantu pembangunan negaranya yang hancur digempur Rusia.

Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Vasyl Hamianin, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, berharap dunia bisa membantu negaranya yang hancur akibat serangan Rusia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan banyaknya fasilitas publik yang rusak.

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menginformasikan, kerugian yang harus ditanggung akibat invasi tersebut menyentuh angka 100 miliar dollar.

Saat datang ke kantor Redaksi Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022), Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl mengatakan, pemerintah Ukrania memiliki rencana untuk perbaikan fasilitas-fasilitas publik tersebut.

Angka kerugian yang besar dikarenakan bukan hanya rumah presiden saja yang rusak.

"Tapi juga sekolah, suplai sistem listrik, suplai sistem air, suplai gas, logistik, dan semuanya rusak," ujar Vasyl.

Lebih lanjut Vasyl mengaku, tidak bisa memetakan setiap desa atau wilayah mana saja yang diserang.

Tetapi mayoritas kota-kota besar sudah dihancurkan oleh Rusia dengan bom, tank, dan lain-lain. 

Baca juga: Dubes Hamianin Ungkap Alasan Putin Invasi Ukraina, Sebut Pembunuhan dan Pemerkosaan Di Mana-Mana

"Ngomong-ngomong jika kamu melihat apa yang terjadi, beberapa kota di Ukraina saat perang dunia tidak dihancurkan oleh Nazi Jerman. Jadi sekarang, menurut saya ini adalah tindakan yang lebih buruk dibanding Nazi," ujar Vasyl.

Vasyl mengatakan, pemerintah Ukraina pasti akan membangun ulang kerusakan fasilitas publik secara bertahap.

Vasyl juga mengajak negara-negara lain untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kembali Ukrania.

Vasyl memastikan, populasi perempuan dan anak-anak di Ukraina diserang oleh Russia.

Baca juga: Dubes Ukraina 99 Persen Yakin Presiden Rusia Vladimir Putin Tak Bakal Hadiri KTT G20 di Bali

Selain masyarakat sipil, penyerangan juga dilakukan kepada para militer Ukraina.

"Kita menemukan banyak sekali militer yang gugur saat bertempur. Mungkin 100 atau 200 orang per hari, bisa kurang atau lebih," ujar Vasyl.

Lebih lanjut Vasyl mengatakan, saat ini Ukraina sedang berjuang dalam banyak hal.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved