Eksklusif Warta Kota

Sebut Putin Diktator, Vasyl Hamianin Kisahkan Penderitaan Warga saat Rusia Gempur Ukraina

Menurut Vasyl, ketika orang-orang melihat gambar anak-anak yang meninggal tanpa tangan dan kaki, itu merupakan kejahatan kemanusiaan.

Warta Kota
Tangkapan layar YouTube Warta Kota Production saat Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin datang ke kantor Redaksi Warta Kota-Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina masih terjadi hingga saat ini. Penyebab konflik masih banyak dibicarakan.

Saat datang ke kantor Redaksi Warta Kota-Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022), Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan penyebab invasi tersebut.

"Sebenarnya tidak ada konflik antara Ukraina dan Rusia. Karena kita bukanlah negara yang menginginkan konflik itu, termasuk dengan negara tetangga," ujar Vasyl.

Namun ia mengatakan, peristiwa tersebut adalah perang, agresi dari federasi Rusia.

Lebih lanjut Vasyl menyampaikan, alasannya mungkin sifat diktator Presiden Rusia, Putin.

Baca juga: Dubes Ukraina Sebut Putin Takut Datang ke G20 karena Telah Rusak Agenda Besar Presiden Jokowi

"Hanya satu alasannya adalah maksud Putin untuk membesarkan kekaisaran Rusia. Tanpa Ukraina, Rusia tidak merasa cukup hebat," ujar Vasyl.

Vasyl mengaku, itu bukan kata-katanya sendiri, melainkan dari orang-orang yang pintar dan bijak. 

"Jadi menurut saya, itulah alasannya dari invasi ini," ujar Vasyl.

Selain itu, Vasyl juga bercerita penderitaan masyarakat Ukraina akibat invasi Rusia ke negaranya.

Lebih lanjut Vasyl menginformasikan, hingga saat ini 20 persen wilayah teritorial Ukraina sudah dikuasai oleh Rusia.

Sebanyak 100 anak-anak meninggal karena serangan dari Rusia terhadap Ukraina.

"Lebih besar lagi, sebanyak 10.000 masyarakat Ukraina terbunuh karena bom dari Rusia," ujar Vasyl.

Menurut Vasyl, ketika orang-orang melihat gambar anak-anak yang meninggal tanpa tangan dan kaki, itu merupakan kejahatan kemanusiaan.

Selain korban jiwa, jutaan masyarakat kehilangan tempat tinggalnya. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved