Eksklusif Warta Kota

Dubes Ukraina Sebut Putin Takut Datang ke G20 karena Telah Rusak Agenda Besar Presiden Jokowi

Vasyl mengatakan, Rusia sudah merusak semua agenda oleh agresi yang mereka lakukan saat ini terhadap Ukraina.

Tribunnews/Imanuel Nicolas Manafe
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin saat berkunjung ke redaksi Warta Kota, Rabut (13/7/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin memprediksikan, suatu hal yang mustahil bagi Presiden Rusia, Putin untuk datang ke Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

Hal tersebut dikatakan oleh Vasyl saat datang ke kantor Redaksi Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022).

Diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali akan diselenggarakan pada 15-16 November 2022.

"Kenapa saya berani mengatakan Putin tidak akan hadir? Karena ia sudah merusak semua agenda yang sudah dibuat oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo," ujar Vasyl.

Vasyl mengatakan, Rusia sudah merusak semua agenda oleh agresi yang mereka lakukan saat ini terhadap Ukraina.

Baca juga: Dubes Vasyl Hamianin: Rusia Tak Merasa Hebat Tanpa Ukraina

Menurutnya, untuk saat ini Rusia akan enggan datang ke Bali karena ia tidak mau ikut berdiskusi tentang situasi di Ukraina saat Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

"Saya pikir agresi Rusia ke Ukraina akan menjadi poin penting yang akan didiskusikan nanti saat G20," ujar Vasyl.

Hal tersebut dilakukan untuk memberhentikan pertempuran dan agresi. Pastinya untuk membawa perdamaian. 

Baca juga: Dubes Ukraina: Kota Kiev Tidak Diserbu Nazi Pada Perang Dunia 2, Tapi Sekarang Rusia Serang

Vasyl mengatakan, untuk membuat itu semua berhenti, adalah dengan melakukan pre kondisi. 

Tanpa memberhentikan perang, maka tidak akan bisa meningkatkan sistem makanan, logistik, kesehatan, dan sebagainya, yang memang sudah dirusak oleh Rusia. 

Jadi, jika perang masih panas di Ukraina, Putin tidak akan datang. 

"Jadi tidak akan ada tempat untuk negara teroris seperti Rusia. Apalagi lokasi G20 di tempat yang sangat demokratis," ujar Vasyl.

Di akhir obrolan, Vasyl hanya menginginkan satu hal, yaitu supaya peperangan segera selesai.

Karena orang-orang di Ukraina sudah cukup menderita dengan penyerangan yang dilakukan oleh Rusia.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved