Polisi Tembak Polisi

Mahfud MD Temukan Tiga Kejanggalan pada Kasus Polisi Tembak Polisi di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo

Kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo mendapat banyak perhatian, seperti halnya Menkopolhukam Mahfud MD.

Editor: Valentino Verry
Tribun
Menkopolhukam Mahfud MD melihat adanya tiga kejanggalan dari kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ternyata tak sepenuhnya percaya pada keterangan Polri.

Bagi Mahfud MD, kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan,, menyimpan kejanggalan.

Sebagai ahli hukum, Mahfud MD menilai apa yang disampaikan Polri tak bisa diterima begitu saja.

Karena itu, Mahfud MD meminta POlri bersikap transparan saat mengungkap kasus besar ini. Jangan sampai bermain dengan fakta hukum, karena bisa berdampak negatif pada institusi Polri.

Menurut Mahfud MD, ada tiga hal janggal dalam insiden baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Kejanggalan pertama, menurut Mahfud MD terkait waktu pengumuman kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Diketahui peristiwa baku tembak terjadi, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

Polri baru mengumumkan kasus tersebut, Senin (11/7/2022).

Baca juga: Hikmahbudhi Dukung Kapolri Bentuk Tim Khusus Ungkap Kasus Polisi Tembak Polisi

“Kalau alasannya 3 hari karena itu hari libur, lah apakah kalau hari libur masalah pidana boleh ditutup-tutupi begitu?"

"Sejak dulu enggak ada, Baru sekarang, orang beralasan hari Jumat libur, baru diumumkan Senin. Itu kan janggal bagi masyarakat ya,” kata Mahfud MD dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, dikutip Jumat (15/7/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved