Eksklusif Warta Kota

Kepala DPRKP DKI Jakarta Berbagi Tips untuk Mendapatkan Rusunawa di Jakarta

epala DPRKP DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan dari tahun 2019 sampai 2022, DPRKP menyelesaikan 10 lokasi rusun dengan 26 tower (menara).

Istimewa
Sarjoko, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta 

Caranya berbeda ya antara rusunawa dan rumah susun hak milik (rusunami).

Kalau rusunawa ini target pasarnya yaitu MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan di beberapa lokasi didedikasikan untuk kelompok masyarakat relatif lebih tinggi meskipun dalam konteks MBR juga.

Caranya teman-teman bisa download aplikasi Sirukim di ponsel, gratis.

Pemohon tinggal melengkapi persyaratan.

Nantinya pengelola dari UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) akan menyeleksi.

Basisnya adalah warga Jakarta, belum memiliki rumah, sudah berkeluarga, dan penghasilan secara umum di bawah UMP.

Untuk lokasi-lokasi tertentu seperti di Rusunawa KS Tubun, itu mereka diatur dengan tarif Rp 1,5 juta per bulan dengan penghasilan mencapai Rp 7 juta.

Kemudian untuk rusunami, teman-teman pasti sangat familiar dengan program DP 0 Rupiah tapi ada satu hal yang mungkin perlu saya jelaskan lagi.

Program DP 0 Rupiah ini sesungguhnya adalah fasilitas pembiayaan, ini merupakan investasi non-permanen yang kami gunakan untuk membantu warga DKI Jakarta karena memiliki keterbatasan untuk mengakses hunian milik.

Jadi kalau berangkat dari diksi DP 0 Rupiah, memang betul tidak ada pembiayaan di dalam itu karena kami sudah menyiapkan dana BPR yang kami manfaatkan untuk warga, tapi disalurkan melalui perbankan.

Masyarakat bisa mendaftar di rusunami ini dengan dua cara yakni melalui website dan aplikasi.

Kalau websitenya di pendaftarandp0.jakarta.go.id sedangkan aplikasinya melalui "Pendaftaran DP 0 Rupiah".

Pokoknya mudah, bagaimana masyarakat mendapatkan layanan perumahan ini, baik rusunawa maupun rusunami.

Tinggal diikuti, memang untuk syaratnya relatif berbeda dan target pasarnya juga berbeda.

Kalau hunian milik ini tentu yang kami harapkan, teman-teman yang selama ini yang tinggal di rusunawa kemudian punya kemampuan ekonomi yang meningkat bisa pindah ke rusunami.

Jadi enggak selamanya tinggal di rusunawa karena sesungguhnya ini hunian sementara, sambil menunggu kemampuan warga DKI Jakarta lebih mampu, mandiri, dan mengakses hunian milik. (faf/eko-bersambung)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved