Berita Tangsel

Imbas Kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg, Warga Ramai-ramai Beralih ke Elpiji 3 Kg

Junaedi selaku warga Pamulang yang kerap menggunakan gas 12 kg menyebut kenaikan harga gas cukup memberatkan.

Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Penampakan stok gas elpiji 3 kg di salah satu agen gas di Pamulang, Kota Tangsel 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG-Gas Elpiji 3 kg mulai diburu pasca terjadi kenaikan harga gas elpiji nol subsidi 5,5 kg hingga 12 kg sejak beberapa hari lalu.

Gas elpiji 5,5 kg naik menjadi Rp 100.000 hingga Rp 127.000 per tabung, sementara kenaikan harga gas elpiji 12 kg mencapai Rp 213.000 hingga Rp 270.000 per tabung.

Suroto, salah satu agen penjual gas di Pamulang, Kota Tangerang Selatan mengatakan dampak kenaikan harga gas non subsidi begitu terasa di tempatnya.

"Makin ke sini gas 3 kg makin banyak pembelinya dibanding yang 12 kg. Jadi kami makin kelabakan untuk stok 3 kg, dan  stok pun makin menipis. Sementara gas 12 kg peminatnya berkurang," ujarnya kepada media, Jumat (15/7/2022).

Menurutnya, sejak pengumuman kenaikan harga gas non subsidi, masyarakat mulai beralih ke gas 3 kg.

Menanggapi banyak permintaan akan gas 4 kg, ia pun berharap agar stok gas 3 kg tidak menjadi langka nantinya.

Baca juga: Polisi Gerebek Rumah Pengoplosan Gas Elpiji Tiga Kilogram di Kota Bekasi, Amankan 660 Tabung

"Mudah-mudahan harga gas 12 kg juga bisa turun atau normal lagi," ucapnya.

Sementara itu, Junaedi selaku warga Pamulang yang kerap menggunakan gas 12 kg menyebut kenaikan harga gas cukup memberatkan.

Lanjutnya, beban belanja dapur akan mulai berat.

"Biasanya gas naik, komoditi lainnya akan naik, itu yang dikhawatirkan. Harapannya, kenaikan harga ini jangan sampai berkepanjangan," katanya. 

Baca juga: Bikin Prihatin, Dua Remaja Terlibat Komplotan Begal Sadis, Bacok Sopir Gas Elpiji di Cilincing

Tanggapan Apindo

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg dan Bright Gas 5,5 kg, menambah beban pelaku UMKM di sektor makanan serta minuman.

Anggota Dewan Pertimbangan Apindo Nina Nursinah mengatakan, saat ini pelaku UMKM sedang berusaha bangkit setelah dua tahun tertekan pandemi Covid-19.

"Mereka lagi berusaha bagaimana bisa bangkit lagi. Kenaikan harga elpiji ini momentumnya kurang pas, seberapa pun kenaikan itu jadi beban UMKM di sektor makanan dan minuman," ucap Nina.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved