Pengeroyokan

Karena Eggi Sudjana, PN Jakpus Tunda Putusan Sela 6 Terdakwa Kasus Pengeroyokan Ade Armando

Eggi Sudjana meminta hakim menunda putusan sela karena sejak awal dalam proses hukum terdakwa Abdul Latif tidak didampingi oleh penasihat hukum.

Warta Kota/ Alfian Firmansyah
Pengadilan Jakarta Pusat tunda sidang sela terhadap 6 terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sidang pembacaan putusan sela enam terdakwa kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando, ditunda oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Penundaan dilakukan lantaran salah satu penasihat hukum terdakwa Abdul Latif bin Ajidin meminta untuk membacakan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Penasihat Hukum Abdul Latif bin Ajidin, Eggi Sudjana mengungkapkan meminta hakim menunda putusan sela karena sejak awal dalam proses hukum terdakwa Abdul Latif tidak didampingi oleh penasihat hukum.

Eggi Sudjana mengungkapkan meminta hakim menunda putusan sela karena sejak awal dalam proses hukum terdakwa Abdul Latif tidak didampingi oleh penasihat hukum.

"Dalam konteks hak atas bantuan hukum, KUHAP menjamin hak tersangka atau terdakwa untuk didampingi penasihat hukum dalam setiap tingkat pemeriksaan," kata Eggi saat membacakan eksepsi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk menunda putusan sela tersebut dan dilanjutkan pada Kamis (14/7/2022), dengan agenda tanggapan jaksa penuntut umum atas eksepsi itu.

Baca juga: Enam Orang yang Bikin Ade Armando Bonyok Jalani Sidang, Eggi Sudjana Protes ke Hakim Begini

"Tanggapan dari jaksa penuntut umum akan dibacakan besok siang jam 13.00 WIB," tutur Ketua Majelis Hakim Dewa Ketut Kartana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022).

"Demikian sidang hari ini ditutup," tutur Dewa ketut sambil ketok palu. 

Sementara itu, keenam terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (13/7/2022)

Sidang pembacaan putusan sela yang akan menentukan apakah Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan meneruskan atau tidak proses peradilan tersebut.

Baca juga: Enam Tersangka Pengeroyok Ade Armando Bakal Diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Keenam terdakwa tersebut yakni Marcos Iswan bin M Ramli, Komar bin Rajum, Abdul Latif bin Ajidin, Al Fikri Hidayatullah bin Djulio Widodo, Dhia Ul Haq bin Ali Ikhwan Ali,  dan Muhammad Bagja bin Beny Burhan.

Dilansir dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, keenam pengeroyok Ade Armando  didakwa lakukan kekerasan secara bersama-sama.

Baca juga: Diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum, Enam Tersangka Pengeroyok Ade Armando Segera Diadili

Perkara itu dicatat pada nomor 368/Pid.B/2022/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara yakni pengeroyokan yang menyebabkan luka ringan dan luka berat.

Selain itu, akibat dari perbuatan keenam orang ini, didakwa melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primair dan Pasal 170 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsidiair. (M32)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved