Breaking News:

Perang Rusia Ukraina

Dubes Hamianin Ungkap Alasan Putin Invasi Ukraina, Sebut Pembunuhan dan Pemerkosaan Di Mana-Mana

Wartawan Wartakotalive.com Leonardus Wical Zelena Arga berkesempatan mewawancarai Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, secara khusus.

Warta Kota YouTube
Dubes Ukraina Vasyl Hamianin mengungkapkan kondisi terkini Ukraina dan alasan Putin invasi Ukraina saat berkunjung ke redaksi Warta Kota, di Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Serangan militer Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu masih terjadi hingga saat ini. Penyebab konflik masih banyak dibicarakan.

Bagaimana rakyat Ukraina merasakan hal ini dan apa sebenarnya maksud dari perang Rusia vs Ukraina yang membelalakkan mata dunia?

Wartawan Wartakotalive.com Leonardus Wical Zelena Arga berkesempatan mewawancarai Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, yang berkenan datang ke kantor Redaksi Tribun Network, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022) lalu.

Berikut petikan wawancaranya.

Jadi hari ini kita akan diskusi tentang invasi Rusia ke Ukraina. Menurut anda, apa penyebab konflik antara Ukraina dengan Rusia?

Sebenarnya tidak ada konflik antara Ukraina dan Rusia. Karena kita bukanlah negara yang menginginkan konflik itu, termasuk dengan negara tetangga yang. Ini adalah perang, agresi dari federasi Rusia.

Dan alasannya mungkin sifat diktator Putin, kenapa dia melakukan itu. Hanya satu alasannya adalah maksud Putin untuk membesarkan kekaisaran Rusia. Tanpa Ukraina, Rusia tidak merasa cukup hebat. Jadi itu bukan kata-kata saya, itu kata-kata dari orang-orang yang pintar dan bijak. Jadi menurut saya, itulah alasannya dari invasi ini.

Bagaimana update informasi kondisi sejak terjadinya invasi kurang lebih lima bulan terakhir? Terkait masyarakat dan korban yang berjatuhan?

Updatenya adalah merupakan sesuatu hal yang selalu menyakitkan, dan pastinya agak kurang mengenakkan untuk berbicara tentang itu. Karena sejak perang hingga sekarang 20 persen wilayah teritorial Ukraina sudah dikuasai oleh Rusia.

Hingga sekarang ada 100 anak-anak yang meninggal karena kondisi ini. Ada 10.000 masyarakat Ukraina terbunuh karena bom Rusia. Sekitar 100.000 masyarakat yang terluka lalu terbunuh.

Baca juga: UMUR Presiden Vladimir Putin Tinggal 3 Tahun setelah Terkana Kanker Ganas, Intelijen Rusia Khawatir

Maksud saya, jika melihat gambar anak-anak yang tanpa tangan dan kaki, inilah kejahatan untuk kemanusiaan. Ada jutaan masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya. Dan mereka berlari menuju shelter yang memang dipersiapkan oleh pemerintah Ukraina. Kita ada kota besar, kota kecil, dan desa-desa yang dirusak oleh Rusia.

Ada populasi sebesar 500.000 di daerah-daerah itu. Dan dari jumlah itu, menurut saya, 10.000 pergi. Dan masih berjuang, karena tidak ada suplai air, tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada hal-hal kebutuhan penting lainnya untuk mereka.

Itu adalah seberapa menyakitkan kondisi situasi di sana. Saya tidak akan menggambarkan secara detail, karena sudah banyak diberitakan dalam media. Ada juga pembunuhan secara langsung ke masyarakat, orang yang diperkosa, bahkan anak kecil juga diperkosa, lalu mereka dibunuh setelah itu.

Ada juga ribuan dokumen yang membuktikan ribuan badan yang telah meninggal, dan sekarang sedang dalam proses investigasi kriminal. Beberapa negara sudah bergabung untuk menginvestigasi kriminal dunia ini.

Baca juga: Dubes Vasyl Hamianin Yakin Presiden Rusia Vladimir Putin Tidak Bakal Menghadiri Forum G20 di Bali

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved