Sidang Dugaan Suap Digelar, Rumah Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Direnovasi

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin menjalani sidang kasus dugaan suap, Rabu (13/7/2022).

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Rendy Renuki
Wartakotalive/Cahya Nugraha
Rumah Ade Yasin di Kabupaten Bogor, Jawa Barat 

WARTAKOTALIVE.COM, KAB BOGOR - Sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/7/2022).

Sidang yang digelar secara daring pukul 10.00 WIB pagi tadi beragendakan pembacaan dakwaan dengan nomor perkara 71/Pid.Sus-TPK/2022/PN Bdg.

Sementara itu pantauan wartawan Wartakotalive.com, tampak rumah Ade Yasin di Jl H Neran, Sukahati, Cibinong, Kab Bogor, Jawa Barat sedang direnovasi.

Rumah tersebut diketahui milik dari suami Ade Yasin, Yanwar Permadi.

"Kalau bapak memang tinggal disini sudah lama, tapi kalo ibu bukan orang sini. Kemudian, yang saya tahu rumah ini direnov sama ibu," ucap Yoyoh yang merupakan tetangga dari Ade Yasin.

"Kurang lebih sudah setahun lah direnovasi," Tambahnya.

Saat ini kondisi rumah tersebut tertutup dengan seng dan terdapat dua pohon mangga besar didepannya. Tidak ada aktivitas yang berarti didalam kediaman tersebut, hanya terdapat puing bangunan saja di dalamnya.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ade Yasin pada 26 April 2022 dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Disebutkan Ia dan anak buahnya sedang melakukan suap kepada pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Suap tersebut ditujukan agar BPK tidak mempermasalahkan sejumlah kejanggalan dalam laporan keuangan Pemkab Bogor.

Baca juga: KPK Dakwa Bupati Nonaktif Bogor Ade Yasin Suap Empat Pegawai BPK Rp1,9 M Demi Predikat Opini WTP

Selanjutnya, Ade juga ingin agar Laporan Keuangan Pemkab Bogor mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Uang suap tersebut berjumlah mencapai Rp1,9 miliar. Mereka adalah Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah.

Sementara itu, KPK turut menetapkan pula sejumlah tersangka lainnya. Di antaranya Sekretaris Dinas Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kepala Sub Bidang Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah.

Serta Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik, yang seluruhnya ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. (M33)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved