Sejumlah Lapak Barang Bekas di Cakung Kebakaran, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Sejumlah lapak pengepul barang bekas di RT 10/RW 09, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Situasi lapak pengepul barang bekas di lingkungan RT 10/09, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, persis berjarak lebih kurang 100 meter dari Perumahan Jatinegara Indah terbakar, Rabu (13/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Beberapa lapak pengepul barang bekas di lingkungan RT 10/09, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, persis berjarak lebih kurang 100 meter dari Perumahan Jatinegara Indah terbakar, dugaan sementara, akibat korsleting arus listrik.

Kepala Seksi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengungkapkan, dalam upaya proses memadamkan api, pihaknya mengerahkan total 13 unit mobil pemadam, dan 65 personel.

"Sebanyak 13 unit (mobil pemadam) kita siapkan karena antisipasi takut kekurangan air, lalu kita kerahkan 65 personel," jelas Gatot, Rabu (13/7/2022). 

Ditambahkannya, korsleting arus listrik tersebut bersumber dari satu bangunan yang terdapat di bagian paling pojok.

Baca juga: Kebakaran Tempat Usaha di Setiabudi Diduga Akibat Korsleting Listrik, Tak Ada Korban Jiwa

"Ada warga melihat api dari rumah tersebut, muncul penyalaan yang diduga dari korsleting listrik karena sedang tidak ada aktivitas di sana. Tadi dapat informasi, rumah itu juga kosong," tuturnya.

Proses pemadaman yang berjalan lebih kurang hampir satu jam, dengan menghabiskan total bangunan yang terdiri dari enam Kartu Keluarga tersebut dijelaskan Gatot tidak sampai memakan korban jiwa.

Akan tetapi, selama proses pemadaman, pihaknya merasa kesulitan, sebab akses jalan menuju lokasi dijelaskan Gatot tidak bisa dilalui mobil.

"Ini yang terbakar bangunan semi permanen, di sini juga ada lapak barang-barang bekas, kurang lebih luasnya 700 meter (persegi)," tuturnya.

Akibat dari kejadian tersebut, kerugian di tafsir mencapai lebih kurang Rp 200 juta.

Baca juga: Kebakaran Ruko di Cideng Diduga Korsleting Listik, 1 Korban Luka Bakar

Kronologi serupa disampaikan satu saksi mata, Heri (46) yang sekaligus warga sekitar, dirinya menjelaskan kebakaran itu bermula dari ditemukannya kobaran api dari satu rumah yang berada persis di bawah pohon.

Melihat terdapat kobar api, Heri menjelaskan dirinya sempat berupaya memadamkan api, namun api itu semakin membesar, mengingat situasi cuaca angin di lokasi dirasanya sangat kencang.

"Asal mulanya itu dari api yang di rumah pojok awalnya apinya kecil tapi karena tidak buru-buru dipadamkan jadinya api semakin membesar," jelas Heri, Rabu (13/7/2022).

Angin yang besar itu dijelaskan Heri menjadi satu faktor penyebaran kebakaran menjadi meluas ke rumah yang lainnya.

"Angin juga di sini kencang jadinya api bisa nyambar kemana-mana," tutupnya. m37

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved