Breaking News:

Kesehatan

Jangan Disepelekan, Ini Perbedaan Stunting dan Wasting Serta Dampak Bagi Tumbuh Kembang Anak

Stunting dan wasting adalah sama-sama masuk ke dalam kondisi malnutrisi atau kurang gizi.

Freepik.com
Ilustrasi anak mengukur tinggi badan. Kecukupan asupan gizi pada anak mampu cegah anak mengalami stunting dan wasting. 

WARTAKOTALIVE.COM  - Salah satu syarat tumbuh kembang anak yang optimal adalah tercukupinya kebutuhan gizi sehari-hari. Apabila hal ini tidak dipenuhi dengan baik, anak berisiko tinggi mengalami sunting.

Namun, sebelum benar-benar dinyatakan stunting, anak biasanya akan mengalami suatu kondisi yang dikenal medis dengan istilah wasting.

Lalu apa itu stunting dan wasting? Dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi M.Kes, Sp.A (K) dari RS Sanglah Denpasar Bali dalam Talkshow Keluarga Sehat yang tayang di akun instagram @radiokesehatan menyebutkan, bahwa stunting dan wasting adalah sama-sama masuk ke dalam kondisi malnutrisi atau kurang gizi.

Ia menjelaskan, kalau stunting lebih kepada gangguan pada postur tubuh anak dibawah normal atau kondisi perawakan yang pendek karena suatu kondisi malnutrisi yang kronis.

Dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi M.Kes, Sp.A (K)
Dr. I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi M.Kes, Sp.A (K) (bawah) dari RS Sanglah Denpasar Bali dalam Talkshow Keluarga Sehat yang tayang di akun instagram @radiokesehatan menyebutkan, bahwa stunting dan wasting adalah sama-sama masuk ke dalam kondisi mal nutrisi atau kurang gizi.

“Kalau wasting indikatornya adalah berhubungan dengan berat badan. Biasanya kita sebut dengan kondisi kurus. Tapi kalau wastingnya berat biasa kita kenal dengan istilah gizi buruk,” ucapnya.

Dr. Ayu menyebutkan, bahwa kondisi kedua masalah ini tidak hanya sekedar urusan pendek atau kurus, tapi masalah malnutrisi, dimana jika kondisi tersebut dibiarkan secara terus menerus akan berdampak buruk pada kesehatan anak.

“Kalau dalam jangka waktu pendek misalnya seorang anak mengalami stunting maupun wasting itu akan mengalami penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Jadi anak gampang sakit, kalau seandainya sakit itu penyembuhannya sulit dibandingkan anak-anak yang status gizinya normal. Untuk itu, angka kesakitan dan kematian untuk anak-anak yang stunting dan wasting akan lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang status nutrisinya baik,” ujarnya.

Sementara dalam jangka panjang, jika kondisi wasting terus dibiarkan akan semakin kronis dan berujung akan terjadi stunting.

Adapun, kondisi stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik yang menyebabkan tubuh anak tidak dapat mencapai ketinggian yang layak seperti anak-anak yang tidak mengalami stunting, tetapi juga mempengaruhi intelektualnya.

“Stunting akan menurunkan kemampuan intelektual anak, akan menurunkan skor intelektual bahkan sampai 4.  Kemudian performance nya di sekolah akan lebih rendah dibandingkan riwayat tanpa stunting atau wasting,” kata Dr. Ayu.

Kondisi stunting juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit diabetes di kemudian hari.

“Lebih jeleknya nanti pada dewasa dan makin usia tua maka akan suatu kondisi kelainan metabolik yang resikonya lebih tinggi dibandingkan kondisi anak tanpa riwayat stunting dan wasting. Misalnya terjadi obesitas, kencing manis dan semua manifestasi runtutan dari kondisi diabetes atau obesitas,” lanjut Dr. Ayu.

Faktor genetik

Dr. Ayu menyebutkan, bahwa genetik menyumbang faktor risiko sekitar 16 persen terjadinya wasting (kurus) pada anak.

"Penelitian yang diterbitkan tahun 2020 hanya 16 persen. Ada faktor genetik tapi kecil," ujarnya.

Ia menambahkan terjadinya wasting pada anak tidak hanya dikontribusi oleh satu faktor, terdapat beberapa faktor lainnya seperti asupan makanan, lingkungan, kesehatan hingga aktivitas.

"Banyak faktor yang menentukan, faktor genetik hanya yang terkecil diantara faktor-faktor tersebut," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, sebagai langkah preventif para orang tua didorong untuk dapat memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak saat masa pertumbuhan.

"Jadi dengan nutrisi yang baik sangat berperan dalam memperbaiki dari produk generasi sebelumnya," tuturnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved