Berita Jakarta

Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jaksel Menciduk Enam WNA, Diduga Operasikan Perusahaan Investasi Bodong

Enam WNA yang ditangkap Imigrasi Kelas 1 non TPI Jakarta Selatan berinisial BRM, KK, BC, NK, SK, dan DBG.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Enam WNA yang ditangkap Imigrasi Kelas 1 non TPI Jakarta Selatan berinisial BRM, KK, BC, NK, SK, dan DBG, Selasa (12/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Enam warga negara asing (WNA) dibekuk Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

Enam WNA yang ditangkap Imigrasi Kelas 1 non TPI Jakarta Selatan tersebut yakni BRM, KK, BC, NK, SK, dan DBG.

Enam WNA tersebut diduga kuat melakukan pengoperasian perusahaan investasi bodong.

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Pamuji Raharja membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Selain Striker Michael Krmencik, The Jakmania Juga Tunggu Kedatangan Dua Gelandang Asing

Baca juga: Sesama WNA China, Pelaku Penusukan Rekannya Sendiri Ditangkap Polisi, Terancam Tujuh Tahun Penjara

Baca juga: Hanya Gara-gara Rebutan Seorang Wanita, WNA Tiongkok Kalap Tusuk Rekannya Sendiri di Cengkareng

Ia mengatakan sepak terjang mereka terbongkar setelah pihaknya mencurigai dokumen mereka saat pertama kali datang ke Indonesia April 2022 kemarin.

"Mereka hendak mengajukan perpanjangan izin kerja untuk pembuatan perusahaan, setelah di telusuri mulai dari tempat tinggal hingga perusahaan ternyata fiktif" kata Pamuji di kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Selatan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Selatan, Felucia Sengky Ratna mengaku, bila temuan ini terbongkar setelah anggota mencurigai dokumen yang hendak diajukan para pelaku.

Setelah ditelusuri, dua perusahaan yang jadi cikal bakal usaha mereka yaitu PT GI PVT dan PT SGE nyata tak benar ada.

Bahkan hasil penelusuran lapangan anggota, alamat perusahaan itu merupakan warung klontong.

Termasuk alamat penjamin mereka, petugas mendapati bahwa alamat yang diajukan ternyata fiktif.

"Kami coba memanggil hingga tiga kali tapi tidak pernah datang" katanya.

Belakangan, lanjut Sengky, apa yang dilakukan para pelaku merupakan modus sebagian WNA untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Kemudahan investasi dijanjikan pemerintah pusat, rupanya kerap disalahgunakan para WNA untuk berinvestasi di Indonesia, sebelum nantinya pindah ke negara maju di Eropa maupun Amerika.

Ucapan Sengky, terbukti setelah sebelumnya dua WNA Bangladesh juga melakukan hal serupa di tahun ini.

Mereka juga terciduk anggota saat mencoba memperpanjang izin tinggal.

"Mereka memanfaatkan kebaikan pemerintah pusat dalam penanaman modal asing di negara ini," katanya.

Atas perbuatannya, ke enamnya terancam deportasi karena melanggar pasal 123 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

(Wartakotalive.com/CC)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved