Kabar Tokoh

Bagus Kahfi Cerita Sang Ayah Harus Jual Motor Demi Sang Anak Bisa Main Bola

Bagus Kahfi yang ikut serta untuk berlatih bersama Garuda Select akhirnya menemukan jalan untuk bisa berlaga di Eropa bersama pelatihnya Dennis Wise

Penulis: Murtopo | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Cerita Bagus Kahfi berkarir di sepakbola Bagus Kahfi pemain timnas U-19 selalu ingat kata bijak dari mendiang Presiden AS John F. Kennedy saat bertanding 

WARTAKOTALIVE.COM -- Karier Bagus Kahfi kian melesat setelah penampilannya dilihat banyak orang di ajang Piala AFF U16, bersama Timnas Indonesia Bagus Kahfi mampu menjadi Top Skorer dan meraih gelar juara Piala AFF U16 tahun 2018.

Bagus Kahfi yang ikut serta untuk berlatih bersama Garuda Select akhirnya menemukan jalan untuk bisa berlaga di Eropa bersama pelatihnya Dennis Wise dan Des Walker untuk berlatih dan bermain sepak bola di Inggris.

Pesepak bola Indonesia Amiruddin Bagus Kahfi yang kini bermain di klub asal Belanda Jong FC Utrecht berbagi kisahnya tentang sepak bola dan pengalamannya bermain di Eropa.

Perjalanannya ke Inggris itu pula yang pada akhirnya membawa Bagus Kahfi bisa bermain di Belanda bersama Jong FC Utrecht.

Baca juga: Ketahuan Minum Doping, Alina Kabaeva Pernah Didepak dari Kejuaraan Senam Dunia

Dalan sebuah sesi wawancara di channel youtube Vindes, Bagus Kahfi menceriakan semua perjalanan kariernya di sepak bola.

Sebelum menginjakkan kaki di Eropa sebagai pesepak bola, Bagus Kahfi mulai gemar bermain sepak bola bersama kembarnya Bagas Kaffa karena melihat banyak temannya yang bermain sepak bola di Magelang.

Bahkan menurut Bagus sang ayah Yuni Puji Istiono yang penggemar otomotif tidak pernah mendukung dirinya bermain sepak bola daat masih usia belia. 

"Bapak saya lebih suka otomotif, sejak TK saya dan Bagas selalu diperkenalkan dengan motocrossm," ujar Bagus ketika menjadi bintang tamu di channel youtube Vincen Desta.

Baca juga: Prediksi: Shin Tae-yong Akan Pasang Hanis Saghara dan Bagus Kahfi di Lini Depan Hadapi Australia

Bagas dan Bagus akhirnya memilih untuk ikut sekolah sepak bola bersama teman-temannya di kampung halamannya. 

 
"Main bola di kampung dan ikut teman yang belajar sepak bola di SSB, lalu saya ikut SSB. Saya tidak dilarang oleh ayah saya dan dia membebaskan saja, ayah saya tak pernah berbicara sepak bola bahkan tidak pernah antar saya dan Bagas untuk belajar sepak bola, Kami hanya ditemani oleh Mas Gusnu, tetangga saya," ujar Bagus.

Bagus dan Bagas pertama kali masuk SSB Naga Paksa kemudian pindah ke SSB Putra Harapan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved